JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Upaya pelestarian budaya lokal kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Merangin. Kali ini melalui pelatihan membatik yang digelar di Situs Budaya Perkampungan tradisional Rumah Tuo Rantau Panjang, Senin (27/4).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Merangin H A Khafidh, mewakili Bupati H M Syukur. Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari Ketua TP PKK Merangin Hj Lavita Syukur, General Manager Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi Agus Zainuddin, hingga jajaran kepala OPD terkait.
Namun lebih dari sekadar seremoni pembukaan, pelatihan ini menyimpan pesan strategis: bagaimana warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diberi nilai ekonomi yang relevan dengan zaman.
“Kegiatan ini merupakan sebuah langkah nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal, menggali dan mengangkat nilai-nilai historis serta estetika dari ukiran tradisional Rumah Tuo miliki Kabupaten Merangin,” ujar Wabup.
Rumah Tuo Rantau Panjang selama ini dikenal sebagai simbol peradaban masyarakat Merangin. Bangunan tradisional tersebut bukan hanya menyimpan nilai arsitektur, tetapi juga filosofi adat yang telah diwariskan lintas generasi.
“Rumah Tuo Rantau Panjang bukan hanya sekedar bangunan, tetapi merupakan saksi sejarah peradaban masyarakat Merangin, yang syarat dengan filosofi, nilai adat dan identitas budaya yang luhur,” lanjutnya.
Dalam konteks ini, pelatihan membatik menjadi medium baru. Motif ukiran yang sebelumnya hanya melekat pada kayu rumah tradisional, kini dicoba ditransformasikan ke dalam kain batik sebuah bentuk adaptasi budaya yang lebih fleksibel dan berpotensi luas.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah tampak mulai membaca peluang bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan membatik ini, kita berupaya mentransformasikan motif-motif ukiran Rumah Tuo tersebut, menjadi langkah strategis menciptakan identitas budaya yang kuat, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” terang Wabup.
Transformasi ini bisa menjadi titik awal lahirnya produk khas Merangin yang memiliki daya saing, baik di tingkat regional maupun nasional. Jika dikelola serius, bukan tidak mungkin motif Rumah Tuo menjadi identitas visual baru yang dikenal luas.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya menyasar kelompok tertentu. Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Hal ini dinilai penting dalam menjaga kesinambungan budaya.
“Keterlibatan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa jelas wabup, menjadi indikator bahwa pelestarian budaya di Kabupaten Merangin bersifat inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih jauh, pendekatan ini juga berkaitan dengan standar global, khususnya dalam upaya pengakuan warisan budaya.
“Ini merupakan poin penting dalam penilaian UNESCO, bahwa masyarakat menjadi subjek utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di Kabupaten Merangin,” jelas Wabup lagi.
Meski demikian, tantangan terbesar dari kegiatan semacam ini bukan pada pelaksanaannya, melainkan pada keberlanjutan pasca-pelatihan.
Apakah para peserta akan terus membatik?
Apakah ada pasar yang siap menyerap produk mereka?
Dan sejauh mana pemerintah daerah akan mendampingi proses ini hingga menjadi ekosistem ekonomi yang nyata?
Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Di akhir sambutannya, Wabup pun menegaskan harapan kepada generasi muda.
“Untuk itu Pemkab Merangin sambung wabup, mendukung dan mengapresiasi sepenuhnya kegiatan ini. Kepada generasi muda saya berpesan jadilah pelopor dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah,” pinta Wabup.
Jika pesan itu mampu diterjemahkan dalam aksi nyata, maka pelatihan membatik di Rumah Tuo bukan sekadar kegiatan budaya melainkan awal dari gerakan besar: menjadikan tradisi sebagai kekuatan ekonomi masa depan. (Sab)
Batang Masumai Siaga 1, Warga Salam Buku Resah Bunyi “Mesin Bencana” Tiap Malam
Puluhan Jabatan Eselon III di Merangin Masih Diisi Plt, Bupati Tunggu Hasil Baperjakat
Panen Perdana Jagung Merangin Mulai Diserap Bulog, Produktivitas Masih Terkendala Lahan Eks Sawit
Bupati Syukur Tinjau Desa Titian Teras, Akui Keterbatasan Anggaran Infrastruktur
F-BPM Desak Kapolres dan Kasat Reskrim Merangin Diganti, Soroti Penanganan PETI Tebang Pilih
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan