Pelestarian Budaya Daerah Didorong Jadi Pilar Pembangunan Nasional

Senin, 04 Mei 2026 - 11:28:44 WIB - Dibaca: 64 kali

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, berfoto bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat usai penutupan Pekan Seni Budaya “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” di Kabupaten Sarolangun.
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, berfoto bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat usai penutupan Pekan Seni Budaya “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” di Kabupaten Sarolangun. (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, SAROLANGUN - Upaya pelestarian budaya lokal kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat menutup Pekan Seni Budaya “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” di Kabupaten Sarolangun, Sabtu (2/5/2026).

Dalam sambutannya, Abdullah Sani menekankan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus menjadi fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Kegiatan budaya yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat ini disebut sebagai implementasi konkret dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan kebudayaan sebagai pilar strategis pembangunan nasional.

“Budaya harus menjadi patokan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan kolaborasi seluruh elemen, kearifan lokal bisa menjadi solusi tidak hanya bagi persoalan daerah, tetapi juga nasional bahkan global,” ujar Abdullah Sani.

Pemerintah Provinsi Jambi memandang sinergi antara kebudayaan dan ekonomi sebagai kunci dalam memperkuat daya saing daerah. Oleh karena itu, kegiatan seperti pekan budaya diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis budaya, termasuk sektor pariwisata dan industri kreatif.

Selain itu, ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini, yakni menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari ketahanan budaya masyarakatnya.

Dalam konteks pengembangan budaya ke depan, Abdullah Sani juga menyinggung pentingnya penguatan pusat-pusat edukasi budaya, seperti rencana pengembangan Taman Mini Melayu Jambi (TMMJ). Konsep ini diharapkan dapat berperan layaknya Taman Mini Indonesia Indah, sebagai ruang edukasi, promosi, dan interaksi budaya yang memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pusat budaya semacam itu dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda sekaligus mencegah tergerusnya identitas lokal oleh tren global.

Menutup acara, Abdullah Sani berharap kegiatan budaya daerah dapat memberikan efek berkelanjutan terhadap perekonomian masyarakat serta memperkuat posisi kebudayaan sebagai motor pembangunan nasional.

“Pembangunan berbasis budaya adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bangsa,” pungkasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA