Rp7,2 Miliar Berputar Tiap Hari, MBG Jadi Motor Ekonomi Rakyat Jambi

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:36:01 WIB - Dibaca: 249 kali

Salah Satu Dapur MBG yang ada di Provinsi Jambi.
Salah Satu Dapur MBG yang ada di Provinsi Jambi. (Mamad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan, tidak hanya dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat di Provinsi Jambi. Setiap harinya, perputaran dana dari program ini mencapai sekitar Rp7,2 miliar, yang sebagian besar langsung menyentuh lapisan masyarakat bawah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengungkapkan bahwa besarnya nilai ekonomi tersebut berasal dari 446 ribu penerima manfaat MBG di Jambi yang dilayani oleh 545 pemasok dalam rantai pasok. Program ini melibatkan ribuan tenaga kerja serta pelaku usaha lokal, mulai dari petani, peternak, hingga penyedia jasa pendukung lainnya.

Dari total anggaran harian tersebut, sekitar Rp963,5 juta dialokasikan untuk honor 9.635 tenaga kerja dan relawan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program. Sementara itu, Rp881,5 juta digunakan untuk kebutuhan operasional seperti penyediaan air minum, gas, bahan bakar minyak (BBM), alat pelindung diri (APD), hingga perlengkapan distribusi.

Porsi terbesar anggaran, yakni sekitar Rp4,1 miliar, difokuskan pada pembelian bahan pangan lokal. Komoditas yang diserap meliputi beras, daging ayam, telur, buah-buahan, dan sayur-mayur. Skema ini secara langsung menciptakan pasar yang stabil bagi para petani dan peternak di daerah.

Sony menegaskan bahwa kekuatan utama MBG terletak pada sistem distribusi yang berbasis desa melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan lokasi SPPG yang tersebar hingga ke pelosok, perputaran uang tidak terpusat di kota, melainkan langsung mengalir ke masyarakat di tingkat bawah.

“Ini yang benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat, karena uangnya berputar di desa,” ujarnya dalam rapat konsolidasi pelaksanaan MBG bersama Gubernur Jambi, Al Haris.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang dikelola harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Pemerintah daerah melalui Satgas MBG diminta memastikan tidak terjadi penyimpangan, seperti rekayasa kelembagaan koperasi maupun praktik pengadaan yang tidak sesuai aturan.

Selain itu, Sony menekankan bahwa prioritas utama program MBG tetap pada kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan intervensi gizi untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan, sebelum cakupan program diperluas ke peserta didik.

Untuk menjamin kualitas layanan, BGN juga tengah menyiapkan sistem evaluasi berbasis aplikasi digital. Melalui sistem ini, penerima manfaat dapat memberikan umpan balik secara langsung terkait kualitas makanan, ketepatan distribusi, variasi menu, hingga kesesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP).

Di sisi lain, Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa perkembangan pelaksanaan MBG di daerahnya menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, telah terbentuk 205 unit SPPG, terdiri dari 173 unit yang sudah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, terdapat 302 unit lainnya yang masih dalam tahap persiapan.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal. Dengan adanya kepastian pasar, produk pertanian dan peternakan yang sebelumnya dipasarkan ke luar daerah kini dapat diserap secara optimal di dalam provinsi.

“Dulu banyak produk kita dijual keluar daerah, sekarang justru diserap di Jambi sendiri,” kata Al Haris.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam hal ketersediaan pangan, khususnya beras. Saat ini, Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri. Berbeda dengan komoditas telur ayam yang sudah berada dalam kondisi surplus dan mampu mencukupi kebutuhan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menambahkan bahwa rapat konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.

Pemerintah Provinsi Jambi juga terus mendorong penguatan rantai pasok melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di antaranya melalui pengembangan urban farming, rooftop gardening, vertical garden, serta pembentukan desa tematik berbasis pangan. Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan bahan baku bagi SPPG sekaligus meningkatkan kemandirian pangan daerah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Program MBG diharapkan semakin optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi secara menyeluruh. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA