JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI - Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi mencatat dinamika ketenagakerjaan di Provinsi Jambi pada Februari 2026 menunjukkan tren yang beragam. Jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 1,87 juta orang, mengalami penurunan sekitar 12,94 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, dalam rilis resminya yang dikutip Selasa (5/5/2026), menyampaikan bahwa penurunan juga terjadi pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada Februari 2026, TPAK berada di angka 65,69 persen atau turun sebesar 1,42 persen poin dibandingkan Februari 2025.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 1,80 juta orang tercatat bekerja. Angka ini menurun sekitar 3,08 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi pengangguran justru menunjukkan perbaikan. Jumlah pengangguran tercatat sebanyak 74,62 ribu orang, turun cukup signifikan yakni 9,86 ribu orang.
“Seiring itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,99 persen. Angka ini turun 0,50 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujar Aidil.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, peningkatan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, yang bertambah sekitar 19,38 ribu orang. Hal ini mengindikasikan mulai pulihnya aktivitas ekonomi berbasis jasa dan konsumsi masyarakat.
Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Jambi pada Februari 2026 mencapai 2,85 juta orang, meningkat sekitar 41 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 1,87 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 977,57 ribu orang lainnya tergolong bukan angkatan kerja.
Dari sisi kualitas pekerjaan, terjadi peningkatan pada sektor formal. Sebanyak 830,31 ribu orang atau sekitar 46,21 persen tenaga kerja bekerja di sektor formal, naik 1,55 persen poin dibandingkan Februari 2025. Ini menunjukkan adanya perbaikan struktur ketenagakerjaan menuju pekerjaan yang lebih stabil dan terlindungi.
BPS juga mencatat adanya penurunan pada indikator ketenagakerjaan tidak penuh. Persentase setengah pengangguran turun cukup tajam sebesar 15,47 persen poin, sementara pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,34 persen poin.
Dilihat dari perbedaan gender, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada Februari 2026, TPAK laki-laki tercatat sebesar 85,21 persen, sedangkan perempuan sebesar 45,61 persen. Namun, keduanya sama-sama mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan TPAK laki-laki turun 0,22 persen poin dan perempuan turun lebih dalam yakni 2,61 persen poin.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan partisipasi angkatan kerja, kondisi ketenagakerjaan di Jambi menunjukkan perbaikan dari sisi pengangguran dan kualitas pekerjaan. Tren ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, meski tetap memerlukan perhatian terhadap partisipasi tenaga kerja, khususnya perempuan. (DVD)
Turun Langsung ke Lapangan, Cek Endra Sidak SPBU Bernai: Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi Lanca
TPAK Jambi Turun, Pengangguran Ikut Menyusut di Februari 2026
Cek Endra Kucurkan Rp50 Juta untuk Madrasah di Singkut, Dorong Lahirnya Generasi Islami
Golkar Sarolangun Dipacu Gas! Cek Endra Targetkan Lonjakan Kursi dan Kursi Ketua DPRD
Pinjaman Tebo Menyusut Rp140 M ke Rp100 M, Pergeseran Anggaran Tanpa DPRD Jadi Sorotan Akademisi
Rp7,2 Miliar Berputar Tiap Hari, MBG Jadi Motor Ekonomi Rakyat Jambi
Bupati Merangin Tinjau Banjir Lembah Masurai, Prioritaskan Gizi Bayi dan Ibu Menyusui