PAD Kota Jambi Capai Rp130 Miliar, Retribusi Daerah Malah Menurun

Kamis, 07 Mei 2026 - 12:14:34 WIB - Dibaca: 155 kali

Rapat Realisasi Pendapatan asli daerah kota Jambi pada triwulan pertama tahun 2026.
Rapat Realisasi Pendapatan asli daerah kota Jambi pada triwulan pertama tahun 2026. (David )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI — Pemerintah Kota Jambi mencatat capaian positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga 31 Maret 2026, PAD Kota Jambi telah menembus angka Rp130 miliar. Capaian tersebut terungkap dalam rapat evaluasi penerimaan retribusi triwulan I yang dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Selasa (5/5/2026).

Rapat evaluasi itu turut dihadiri Asisten Administrasi Umum M. Jaelani, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi Ardi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Meski capaian PAD menunjukkan tren positif, Pemkot Jambi justru menyoroti penurunan pada sejumlah sektor retribusi daerah yang dinilai perlu segera dibenahi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota karena retribusi merupakan salah satu sumber penting dalam menopang pendapatan daerah.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan PAD melalui berbagai strategi, khususnya pada sektor pajak daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan berbagai kemudahan dan insentif kepada masyarakat agar tingkat kepatuhan pembayaran pajak semakin meningkat.

“Kita memberikan diskon pembayaran PBB-P2 dan pembebasan denda pada momentum HUT Kota Jambi. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Samsat agar ada sinergi dalam peningkatan penerimaan daerah,” ujar Maulana.

Menurutnya, penguatan PAD menjadi sangat penting di tengah semakin terbatasnya skema pendanaan dari pemerintah pusat melalui kebijakan Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan mandiri dalam menggali potensi pendapatan.

Maulana menegaskan, seluruh OPD harus mampu melihat peluang baru dalam meningkatkan pendapatan daerah, termasuk memaksimalkan pengelolaan aset milik pemerintah yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

“Aset-aset daerah yang belum produktif akan kita dorong untuk disewakan kepada pihak ketiga. Tentunya mekanismenya harus jelas dan sesuai regulasi melalui KPKNL,” katanya.

Selain membahas evaluasi penerimaan tahun berjalan, rapat tersebut juga membicarakan proyeksi target PAD tahun 2027. Pemerintah Kota Jambi mulai memetakan sektor-sektor potensial yang masih bisa ditingkatkan serta mengevaluasi sektor yang mengalami penurunan.

Kepala BPPRD Kota Jambi Ardi mengungkapkan, capaian PAD Kota Jambi pada tahun 2025 lalu bahkan berhasil melampaui target hingga lebih dari 100 persen. Sementara untuk tahun 2026, hingga akhir Maret realisasi PAD sudah mencapai Rp130 miliar berdasarkan hasil konfirmasi bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Namun demikian, Ardi mengakui sejumlah sektor retribusi daerah mengalami tekanan cukup signifikan pada awal tahun ini.

“Kalau dilihat dari beberapa sektor, rata-rata retribusi mengalami penurunan. Ini tentu menjadi perhatian bersama karena ada sejumlah kendala di lapangan yang harus segera kita atasi,” ujarnya.

Beberapa sektor yang tercatat mengalami penurunan antara lain retribusi parkir tepi jalan umum, retribusi persampahan dan kebersihan, pelayanan pasar, jasa usaha pemakaian kekayaan daerah, hingga pemanfaatan aset daerah.

Menurut Ardi, pihaknya akan segera melakukan langkah percepatan dan penetrasi kebijakan agar capaian retribusi bisa kembali meningkat pada triwulan berikutnya.

“Untuk proyeksi tahun 2027 nanti ada sektor yang targetnya tetap, namun ada juga yang kemungkinan mengalami penyesuaian atau penurunan sesuai kondisi riil,” jelasnya.

Pemkot Jambi berharap tren positif penerimaan PAD dapat terus terjaga sepanjang tahun 2026. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung pembangunan daerah dengan meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak dan retribusi.

Dengan capaian PAD sebesar Rp130 miliar hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, Pemkot optimistis target pendapatan daerah 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kota Jambi. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA