Lissa Batik Perkenalkan Motif Khas Bungo di Ajang Persit Bisa Vol. II

Jumat, 08 Mei 2026 - 07:35:40 WIB - Dibaca: 130 kali

Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif bersama pengunjung usai memperkenalkan batik khas Bungo pada ajang Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta.
Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif bersama pengunjung usai memperkenalkan batik khas Bungo pada ajang Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Produk batik asal Kabupaten Bungo, Lissa Batik, berhasil menarik perhatian dalam ajang Persit Bisa Vol. II yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Kamis (7/5/2026). Kehadiran UMKM tersebut menjadi salah satu yang ramai dikunjungi pengunjung karena menghadirkan motif batik khas daerah dengan sentuhan budaya lokal yang kuat.

Berbagai corak batik yang dipamerkan menampilkan kekayaan flora dan identitas budaya Bungo. Keunikan motif yang ditampilkan dinilai memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan produk batik dari daerah lain.

Selama kegiatan berlangsung, stan Lissa Batik tampak dipadati pengunjung yang ingin melihat langsung koleksi batik khas Bungo. Sejumlah pengunjung juga memberikan apresiasi terhadap detail motif serta filosofi yang terkandung dalam setiap desain batik yang dipamerkan.

Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif, mengatakan keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan batik Bungo ke tingkat nasional sekaligus memperluas relasi usaha dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan memperkenalkan batik khas Bungo lebih luas lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ide kreatif antar pelaku usaha.

Ny. Lia berharap batik khas Kabupaten Bungo dapat semakin dikenal sebagai salah satu warisan budaya daerah yang memiliki nilai seni tinggi serta mampu bersaing di pasar nasional.

Selain itu, dirinya juga ingin usaha yang dirintis dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang ingin belajar membatik dan mengembangkan usaha kreatif.

“Harapan kami, batik khas Bungo tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah yang terus berkembang dan dikenal lebih luas,” tutupnya. (Sab))

 




BERITA BERIKUTNYA