JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Proses pencarian terhadap seorang remaja yang tenggelam di Sungai Batanghari, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, akhirnya resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa hasil. Korban diketahui bernama Rizky Ramadhani (16), warga Dusun Gajah Mati, Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah.
Rizky sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu. Sejak kejadian itu, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bungo, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tebo, aparat desa, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran Sungai Batanghari.
Namun hingga Jumat malam, 8 Mei 2026, korban belum juga ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.
“ Hingga sore tadi korban atas nama Rizky Ramadhani masih belum ditemukan. Tim Basarnas Bungo bersama TRC BPBD yang melakukan pencarian sudah kembali dari lokasi,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, penghentian pencarian dilakukan setelah operasi SAR memasuki hari ketujuh. Menurutnya, Basarnas memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan pencarian korban tenggelam maupun kondisi darurat lainnya.
“Basarnas tentu memiliki SOP dalam operasi pencarian. BPBD yang selama ini membackup kegiatan pencarian juga telah meninggalkan lokasi,” katanya.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, pihak BPBD tetap membuka komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun keluarga korban apabila nantinya terdapat informasi baru terkait keberadaan Rizky.
Joko juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban telah menerima keputusan penghentian pencarian tersebut dengan ikhlas. Pada Kamis malam, pihak BPBD bersama perangkat desa dan keluarga korban telah menggelar pertemuan untuk membahas perkembangan terakhir proses pencarian.
“Malam tadi kami sudah bertemu dengan pihak desa dan keluarga korban. Mereka menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja keras Tim SAR gabungan selama proses pencarian berlangsung,” ungkapnya.
Selama tujuh hari pencarian, tim gabungan telah menyisir sejumlah titik di aliran Sungai Batanghari menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan di area yang dicurigai. Namun derasnya arus sungai dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
“Walaupun pencarian sudah dihentikan, kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Jika ada informasi terbaru dari masyarakat, tentu akan segera ditindaklanjuti,” tutup Joko.
Bakti Karya di Pasar Tanjung Bungur, TNI dan Pemkab Tebo Bersihkan Lingkungan
7 Hari Pencarian di Sungai Batanghari, Remaja Tebo Belum Ditemukan
Jalan dan Bok Culvert Rimbo Bujang Hancur, Komisi III Kawal Perbaikan Hingga Tuntas!
Wabup Kerinci Murison Tegaskan Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Lomba Mewarnai Jadi Media Edukasi dan Kreativitas Anak Usia Dini di Kota Jambi
Menkes Turun ke Jambi, Kasus Kematian dr. Myta Diusut Serius