Siswa SDN 160/II Baru Balai Panjang Belajar di Lantai, Ini kata Kadisdik Bungo

Senin, 11 Mei 2026 - 12:49:15 WIB - Dibaca: 137 kali

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bungo Hj. Anna Lukita Tanggapi Terkait Kondisi Sekolah yang telah mengusulkan Revitalisasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bungo Hj. Anna Lukita Tanggapi Terkait Kondisi Sekolah yang telah mengusulkan Revitalisasi (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 160/II Baru Balai Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Sebanyak 12 siswa kelas IV terpaksa belajar di lantai akibat minimnya sarana dan prasarana, terutama meja dan kursi yang sudah tidak memadai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Rosa Eriyani, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan bantuan pengadaan meubel serta perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan.

“Benar, ada siswa kami yang belajar di lantai karena meja dan kursi sudah tidak ada lagi. Kami sudah berupaya mengajukan bantuan agar sekolah ini mendapat perhatian, baik untuk pengadaan meubel maupun perbaikan gedung yang rusak,” ujar Rosa, Senin (11/5/2026).

Rosa menjelaskan, kondisi itu sudah berlangsung cukup lama berdasarkan keterangan guru senior di sekolah tersebut. Selama hampir dua tahun menjabat sebagai Plt kepala sekolah, berbagai usulan perbaikan terus diajukan ke pemerintah daerah.

“Siswa kelas IV memang tidak memiliki meja dan kursi, sehingga terpaksa belajar di lantai. Untuk pengajuan sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo. Informasinya, usulan revitalisasi sudah diteruskan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Hj. Ir. Anna Lukita, mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan kebutuhan sekolah, termasuk pengadaan meubel dan revitalisasi bangunan, ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Semua usulan sudah kami ajukan ke pusat, baik untuk pengadaan meubel maupun revitalisasi sekolah yang tidak layak. Usulan dari sekolah masuk ke dinas, kemudian kami teruskan ke kementerian,” ujar Anna.

Namun demikian, ia mengakui hingga kini alokasi anggaran dan kuota dari pemerintah pusat belum ditetapkan.

“Kami masih menunggu keputusan dari pusat. Usulan yang sudah masuk menjadi prioritas untuk program revitalisasi tahun 2026. Kami berharap semua bisa terealisasi,” pungkasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA