JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi menunjukkan tren penurunan pada Februari 2026. Berdasarkan data terbaru, TPT Jambi tercatat sebesar 3,99 persen atau turun dibanding Februari 2025 yang mencapai 4,48 persen.
Penurunan tersebut juga diikuti berkurangnya jumlah pengangguran. Pada Februari 2026, jumlah pengangguran di Jambi tercatat sebanyak 74.617 orang. Angka ini lebih rendah dibanding Februari 2025 yang mencapai 84.475 orang dan Februari 2024 sebanyak 82.581 orang.
Data itu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Jambi mulai mengalami perbaikan dalam dua tahun terakhir, terutama setelah sempat mengalami kenaikan pengangguran pada 2025.
Dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki pada Februari 2026 berada di angka 4,24 persen, turun dibanding Februari 2025 sebesar 4,98 persen. Sementara TPT perempuan juga menurun dari 3,58 persen pada Februari 2025 menjadi 3,50 persen pada Februari 2026.
Sementara itu, berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan mengalami penurunan cukup signifikan. Pada Februari 2026, TPT perkotaan tercatat 3,59 persen, turun dari 5,80 persen pada Februari 2025.
Berbeda dengan wilayah perkotaan, TPT di perdesaan justru mengalami kenaikan menjadi 4,25 persen pada Februari 2026, dibanding 3,67 persen pada Februari 2025. Meski demikian, angka tersebut masih relatif lebih rendah dibanding kondisi perkotaan pada tahun sebelumnya.
Aktivis sosial Kabupaten Bungo, Zakaria, menilai penurunan angka pengangguran tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi ekonomi masyarakat di daerah. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.
“Penurunan TPT ini tentu patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perbaikan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Tapi pemerintah jangan cepat puas, karena di desa-desa masih banyak anak muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap,” kata Zakaria.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM, pertanian produktif, hingga pelatihan keterampilan kerja perlu terus diperluas agar penurunan pengangguran tidak hanya bersifat sementara.
“Pemerintah harus memastikan masyarakat desa juga merasakan dampak pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai lapangan kerja hanya terkonsentrasi di perkotaan,” ujarnya. (San)
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Rumah Dua Lantai di Sulanjana Terbakar, Satu Warga Terluka
GMNI Guncang DPRD Jambi, Ivan Wirata: Saya Siap Pasang Badan untuk MBG Asal Zero Korupsi!
Pajak: Membangun Kepatuhan, Bukan Ketakutan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia dan Tantangan Jambi
UIN STS Jambi Jajaki Kerja Sama dengan BTN, Bahas Rumah Dosen hingga Revitalisasi Gedung
Resmi Dibuka, Pendaftaran Duta DPD RI Jambi 2026 Berlangsung hingga 20 Agustus
Pemkab Muaro Jambi Gandeng PT Pegadaian, Perkuat Akses Layanan Keuangan Masyarakat
DPRD Tebo Bakal Panggil TAPD, Polemik Pinjaman PT SMI Jadi Sorotan Publik