Pemkab Merangin Genjot Kesejahteraan SAD, Bupati Syukur Salurkan Bantuan Produktif

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06:43 WIB - Dibaca: 107 kali

upati Merangin M. Syukur bersama unsur Forkopimda dan warga Suku Anak Dalam (SAD) saat penyerahan bantuan sosial dan sarana produktif di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas
upati Merangin M. Syukur bersama unsur Forkopimda dan warga Suku Anak Dalam (SAD) saat penyerahan bantuan sosial dan sarana produktif di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas (Madi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD). Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial dan sarana produktif di kawasan Objek Wisata Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Senin (18/05).

Bupati Merangin, M. Syukur, turun langsung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga SAD. Bantuan tersebut berupa Keramba Jaring Apung bantuan dari Kementerian Sosial RI, jaringan listrik gratis, hingga Bantuan Langsung Tunai Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam kegiatan itu, Bupati turut didampingi unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD, di antaranya Kapolres Merangin, Dandim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merangin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merangin, A. Lazik, menjelaskan bahwa program Keramba Jaring Apung tersebut merupakan stimulus dari Dirjen Perlindungan dan Pembinaan Kelompok Adat Terpencil Kemensos RI yang difokuskan bagi warga SAD di kawasan lingkar luar Dam Betuk.

“Teknisi dari Bandung sudah tiba untuk melakukan pemasangan mulai besok pagi. Harapan kami, melalui keramba apung ini, rekan-rekan Suku Anak Dalam mampu beralih profesi, mendapatkan keahlian baru, dan mendongkrak penghasilan harian mereka,” ujar A. Lazik.

Menurutnya, agar program berjalan berkelanjutan, Dinas Sosial juga menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Merangin untuk memberikan pembinaan teknis budidaya ikan secara berkala kepada para penerima manfaat.

Selain bantuan sarana perikanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan PKH Triwulan II periode April hingga Juni dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar kepada 11.047 penerima manfaat di Kabupaten Merangin.

Tidak hanya itu, bantuan pemasangan instalasi listrik gratis senilai Rp24,5 juta juga diberikan kepada lima rumah warga SAD di Desa Pauh Menang. Seluruh bantuan tersebut disalurkan langsung oleh pemerintah pusat melalui rekening penerima lewat Kantor Pos.

Dalam arahannya, Bupati M. Syukur meminta warga SAD memanfaatkan seluruh bantuan yang diberikan dengan maksimal demi peningkatan ekonomi keluarga.

“Dulu saya, Pak Kapolres, dan Pak Dandim berjanji bahwa Dam Betuk ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan warga SAD di sini. Sekarang janji itu kami penuhi. Tolong dimanfaatkan. Kalau berhasil, kawasannya masih luas, akan kita tambah lagi. Tetapi kalau disia-siakan, pemerintah akan mengambil alih kembali,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat SAD agar meninggalkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai tidak lagi memberikan masa depan yang baik bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh main kucing-kucingan lagi. Begitu aparat masuk, PETI-nya hilang, kita keluar mereka datang lagi. Semua hukum berlaku sama, tidak ada perbedaan atau perlakuan khusus. Di Merangin ini semua adalah warga kita,” imbuhnya.

Di hadapan warga yang hadir, M. Syukur turut menyoroti pentingnya pendidikan bagi anak-anak SAD sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

“Anak-anak harus sekolah! Tidak ada bajunya, tasnya, atau sepatunya, Bupati yang siapkan. Saya ingin semua mendapat perlakuan adil di sekolah. Jika ada perlakuan tidak adil dari guru terhadap anak SAD, laporkan ke saya,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan adanya rencana pembangunan Sekolah Rakyat berasrama oleh pemerintah pusat dengan nilai anggaran mendekati Rp300 miliar pada tahun ini. Program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak SAD dengan seluruh kebutuhan pendidikan dan biaya hidup ditanggung negara.

“Dunia sudah berubah, kita harus bertransformasi melalui cara berpikir atau ‘Merangin Baru’. Siapa tahu 20 atau 30 tahun ke depan, yang menjadi Bupati Merangin adalah anak dari Suku Anak Dalam. Tapi syaratnya harus sekolah dan kuliah S1,” kata Bupati memotivasi Tumenggung John dan masyarakat SAD.

Mengakhiri sambutannya, Bupati juga berjanji akan memperbaiki akses jalan menuju kawasan Dam Betuk guna menghidupkan kembali sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Ia meminta pemerintah desa bersama masyarakat sekitar dan warga SAD dapat mengelola kawasan wisata secara bersama-sama agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial maupun konflik di tengah masyarakat. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA