DPRD Dorong Talang Banjar Bersih dan Tertib dari Sampah serta PKL

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:15:54 WIB - Dibaca: 212 kali

Anggota DPRD Kota Jambi Efendi mengikuti kegiatan pembersihan TPS di kawasan Pasar Talang Banjar, Jambi Timur, Kamis (21/05/2026), sekaligus menyoroti penataan sampah dan pedagang kaki lima agar kawasan pasar lebih bersih dan tertib.
Anggota DPRD Kota Jambi Efendi mengikuti kegiatan pembersihan TPS di kawasan Pasar Talang Banjar, Jambi Timur, Kamis (21/05/2026), sekaligus menyoroti penataan sampah dan pedagang kaki lima agar kawasan pasar lebih bersih dan tertib. (David )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Upaya penataan kawasan Pasar Talang Banjar terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kota Jambi, Efendi, turun langsung mengikuti kegiatan pembersihan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan Pasar Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (21/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, politisi yang akrab disapa Alung itu menegaskan pentingnya penanganan persoalan sampah dan penataan pedagang kaki lima (PKL) secara menyeluruh agar kawasan pasar tradisional terbesar di Jambi Timur itu menjadi lebih bersih, tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Menurut Efendi, persoalan sampah di kawasan Talang Banjar selama ini memang menjadi keluhan utama warga. Bahkan, banyak laporan masyarakat yang masuk kepada dirinya terkait kondisi TPS yang sering meluber hingga menimbulkan bau tidak sedap.

“Banyak laporan yang masuk ke kami, khususnya dari masyarakat di Dapil 4. Sampah berserakan ini memang menjadi persoalan yang sangat sering disampaikan warga,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha yang mulai melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Jambi Timur.

Salah satu solusi yang kini tengah dipersiapkan pemerintah yakni pembangunan transfer depo sampah sebagai pengganti pola TPS konvensional yang selama ini dinilai tidak efektif.

Efendi menjelaskan, keberadaan depo sampah nantinya diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah liar di sejumlah titik pasar dan kawasan permukiman warga.

“Dengan adanya depo-depo sampah ini, kami berharap persoalan sampah di Jambi Timur bisa perlahan selesai. Artinya masyarakat punya tempat pengelolaan yang lebih baik dan lebih tertata,” ujarnya.

Menurutnya, sistem transfer depo jauh lebih modern dan efektif karena proses pengangkutan sampah dapat dilakukan lebih cepat tanpa menyebabkan tumpukan berkepanjangan di tengah aktivitas masyarakat.

Selain persoalan sampah, DPRD Kota Jambi juga menyoroti kondisi Pasar Talang Banjar yang masih dipenuhi pedagang kaki lima di area luar pasar. Keberadaan PKL di bahu jalan dan trotoar dinilai membuat kawasan pasar terlihat semrawut serta mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengunjung.

Efendi menilai penataan kawasan pasar harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak hanya sebatas penertiban sementara, namun juga dibarengi pembangunan fasilitas pasar yang memadai agar para pedagang memiliki tempat usaha yang lebih layak.

Ia mengapresiasi langkah Satpol PP Kota Jambi yang selama ini rutin melakukan penertiban PKL. Namun menurutnya, solusi jangka panjang tetap harus diutamakan agar persoalan tidak terus berulang.

“Pemerintah kota juga akan melakukan pembangunan dan pembenahan pasar. Jadi nanti setelah pasar diperbaiki, kami berharap PKL yang masih berjualan di luar bisa masuk dan tertib mengikuti aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Efendi menegaskan bahwa seluruh pedagang harus memiliki kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan pasar. Menurutnya, pasar yang tertata rapi akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“PKL tetap harus mengikuti aturan yang ada di Kota Jambi. Kalau semuanya tertib, pasar akan lebih nyaman, bersih, dan masyarakat juga senang datang ke sana,” tegasnya.

Transformasi kawasan Talang Banjar saat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam melakukan pembenahan pasar tradisional agar lebih modern, sehat dan representatif. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan perdagangan yang bersih, nyaman dan menjadi pusat ekonomi rakyat yang lebih tertib di Kota Jambi. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA