Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Yon TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:05:19 WIB - Dibaca: 170 kali

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan kepada prajurit saat kunjungan kerja di Yonif Teritorial Pembangunan 808/Mbaham Matta, Papua Barat, Rabu (27/5/2026).
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan kepada prajurit saat kunjungan kerja di Yonif Teritorial Pembangunan 808/Mbaham Matta, Papua Barat, Rabu (27/5/2026). (Biro Infohan Setjen Kemhan)

JAMBIPRIMA.COM, PAPUA - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan 808/Mbaham Matta di Papua Barat, Rabu (27/5/2026), untuk meninjau kesiapan operasional satuan sekaligus memastikan pelaksanaan program pembinaan teritorial berjalan optimal di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Menhan meninjau sejumlah fasilitas penting milik satuan, mulai dari fasilitas latihan, barak prajurit, gudang munisi, hingga sarana pendukung operasional lainnya. Selain itu, Sjafrie juga menerima paparan mengenai kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), program latihan prajurit, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah penugasan.

Sjafrie menegaskan pentingnya membangun prajurit yang profesional, disiplin, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Menurutnya, keberadaan satuan teritorial pembangunan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua Barat.

“Prajurit harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga pertahanan wilayah, sekaligus hadir membantu masyarakat melalui pendekatan teritorial,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Yon TP 808/Mbaham Matta diharapkan tidak hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui dukungan pada sektor pendidikan, layanan kesehatan, pertanian, hingga peternakan.

Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan memastikan kesiapan satuan di wilayah strategis nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia, agar mampu menjalankan tugas pertahanan sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (San)





BERITA BERIKUTNYA