Balap Liar Tengah Malam Kembali Hantui Muara Bungo, Warga Resah

Minggu, 07 Juni 2026 - 09:29:29 WIB - Dibaca: 174 kali

Sejumlah remaja dan kendaraan roda dua terlihat berkumpul di ruas Jalan Lintas Sumatera, kawasan Jembatan Batang Bungo, Muara Bungo, Minggu (7/6/2026) dini hari.
Sejumlah remaja dan kendaraan roda dua terlihat berkumpul di ruas Jalan Lintas Sumatera, kawasan Jembatan Batang Bungo, Muara Bungo, Minggu (7/6/2026) dini hari. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Aktivitas balap liar kembali meresahkan masyarakat di Kota Muara Bungo. Sejumlah remaja diduga masih menjadikan ruas Jalan Lintas Sumatera sebagai lokasi adu kecepatan, meski berbagai upaya penertiban telah dilakukan oleh aparat kepolisian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 00.20 WIB, sejumlah kendaraan roda dua terlihat berkumpul di kawasan sebelum Jembatan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo. Tidak lama kemudian, beberapa pengendara mulai memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di ruas jalan nasional tersebut.

Kondisi itu memicu kekhawatiran para pengguna jalan yang melintas. Selain membahayakan diri sendiri, aksi tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan pengendara lain yang tengah melintas di jalur utama penghubung antarwilayah itu.

“Dini hari tadi saya baru pulang dari Tebo. Awalnya saya lihat ada sekelompok remaja berkumpul di pinggir jalan. Tidak lama kemudian mereka mulai balapan di jalan lintas. Sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Andi, salah seorang pengendara yang melintas.

Menurut Andi, aktivitas balap liar yang dilakukan di jalan nasional sangat berisiko karena lalu lintas kendaraan masih cukup padat, termasuk kendaraan angkutan barang dan penumpang yang beroperasi hingga dini hari.

“Ini jalan lintas yang dilalui banyak kendaraan. Kalau sampai terjadi kecelakaan, risikonya sangat besar. Yang saya lihat, aktivitas seperti ini hampir setiap malam Minggu sampai dini hari,” katanya.

Hal senada disampaikan Yusuf, warga yang mengaku kerap menyaksikan aksi balap liar di sejumlah titik dalam Kota Muara Bungo, terutama saat akhir pekan.

“Balap liar ini bukan sekali dua kali. Hampir setiap malam Minggu selalu ada. Sepertinya mereka punya kelompok sendiri. Saat ada penertiban polisi di satu lokasi, mereka pindah ke lokasi lain,” ungkap Yusuf.

Ia menilai, fenomena tersebut sudah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menimbulkan korban jiwa sewaktu-waktu.

“Pengendara lain bisa menjadi korban. Jalan raya bukan tempat untuk balapan. Apalagi ini jalan lintas yang dilalui kendaraan besar setiap saat,” tegasnya.

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar. Langkah tegas dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kalau terus dibiarkan, mereka akan semakin berani. Perlu tindakan tegas supaya tidak ada lagi jalan raya yang dijadikan arena balap liar,” harap Yusuf. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA