JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pertemuan antara Persatuan Mahasiswa Internasional (PMI) dan pimpinan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi pada Senin (8/6/2026) tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi organisasi mahasiswa dengan pihak kampus. Di balik pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Rektor II tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar mengenai arah penguatan internasionalisasi kampus dan peningkatan layanan bagi mahasiswa asing di Provinsi Jambi.
Pertemuan yang dihadiri Wakil Rektor II UIN STS Jambi Dr. Pahmi, Koordinator Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Dion Ginanto, Ketua PMI periode 2025/2026 Hisyam Mustafa, serta ketua terpilih PMI periode 2026/2027 Adam Hakimi bin Mohd Hanafiah itu membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas mahasiswa internasional di lingkungan kampus.
Di tengah meningkatnya upaya perguruan tinggi Indonesia untuk memperluas jejaring global, keberadaan mahasiswa internasional kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap statistik akademik. Mereka menjadi bagian penting dalam membangun citra dan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.
Hal tersebut tercermin dari pernyataan Dr. Pahmi yang menegaskan bahwa mahasiswa internasional merupakan representasi wajah kampus di mata dunia.
“Mahasiswa internasional adalah wajah dari internasionalisasi kampus. Mereka harus mendapatkan pelayanan istimewa,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan fasilitas International Student Center. Fasilitas ini dinilai memiliki peran penting sebagai pusat layanan terpadu bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di UIN STS Jambi.
Keberadaan pusat layanan khusus mahasiswa internasional menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring bertambahnya aktivitas akademik, sosial, dan budaya yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara.
Tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, International Student Center juga diharapkan menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mampu memperkuat integrasi mahasiswa internasional dengan lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, pihak kampus menyatakan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas yang diperlukan.
“Kami akan berusaha segera memenuhi kebutuhan International Student Center, dan mendukung program cultural trip dari PLKI,” kata Dr. Pahmi.
Dukungan terhadap program cultural trip juga menunjukkan bahwa internasionalisasi kampus tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik semata, tetapi juga melalui pengenalan budaya lokal kepada mahasiswa asing sebagai bagian dari diplomasi budaya dan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Selain membahas fasilitas dan kebutuhan organisasi, pertemuan tersebut juga menyoroti kesiapan pelaksanaan Sukan Jambi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
Ajang olahraga tersebut diproyeksikan menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana mempererat hubungan antarmahasiswa internasional yang berada di berbagai perguruan tinggi di Jambi.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Sukan Jambi 2026 dipandang sebagai ruang diplomasi pendidikan yang mempertemukan mahasiswa dari beragam latar belakang budaya dalam suasana yang lebih cair dan inklusif.
Menariknya, kegiatan tersebut juga akan mendapat perhatian dari pihak luar negeri. Kehadiran Atase Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas mahasiswa internasional di Jambi mulai mendapatkan perhatian lebih luas.
“Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Atase Pendidikan dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta,” ujar Dr. Pahmi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, UIN STS Jambi menyatakan kesiapannya memfasilitasi penggunaan venue olahraga guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting dalam proses transisi kepengurusan PMI. Ketua terpilih periode 2026/2027, Adam Hakimi bin Mohd Hanafiah, berkesempatan memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan pada masa kepemimpinannya.
Paparan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan arah organisasi ke depan, tetapi juga menjadi upaya membangun komunikasi yang lebih erat dengan pimpinan kampus agar berbagai program dapat berjalan secara optimal.
Di sisi lain, pembahasan mengenai anggaran organisasi menunjukkan bahwa PMI tengah berupaya memperkuat kapasitas kelembagaannya. Dukungan kampus dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai kegiatan mahasiswa internasional dapat terlaksana secara berkelanjutan.
Bagi UIN STS Jambi, penguatan layanan mahasiswa internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan reputasi akademik.
Dalam beberapa tahun terakhir, perguruan tinggi di Indonesia semakin didorong untuk memperkuat indikator internasionalisasi, mulai dari mobilitas mahasiswa asing, kerja sama internasional, hingga penyelenggaraan kegiatan lintas negara.
Karena itu, komunikasi yang terbuka antara mahasiswa internasional dan pimpinan kampus menjadi salah satu kunci keberhasilan proses tersebut.
“Apa saja yang dibutuhkan untuk kegiatan mahasiswa internasional mohon dikomunikasikan dengan pimpinan,” tegas Dr. Pahmi.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara PMI, PLKI, dan pimpinan universitas, UIN STS Jambi berupaya membangun ekosistem kampus yang lebih inklusif, terbuka, dan kompetitif di tingkat global. Pertemuan ini menjadi gambaran bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarnegara, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa internasional yang menjadi bagian dari komunitas akademik kampus. (Rhm)
Terungkap! Versi Berbeda Muncul di Balik Dugaan Penganiayaan di Desa Kemantan
Ditjenpas Jambi Dukung Penuh Proses Hukum Dugaan Kasus Narkoba Oknum Pejabat
DPRD Kota Jambi Soroti Penutupan TPS, Umar Faruk: Kalau Bisa Sampah Gratis untuk Warga
Jalan TMMD Terancam Jadi Jalur Migas, Penghibah Tanah: Itu Bukan Tujuan Awal Kami
Di Balik UM-PTKIN UIN STS Jambi, Perjuangan Mahmud Menembus Batas Keterbatasan
SAH: Penguatan Sektor Pertanian Jadi Peluang Indonesia Menuju Kekuatan Pangan Dunia