JAMBIPRIMA.COM, Los Angeles – Malam di Los Angeles Stadium diawali dengan penampilan Katy Perry yang membakar atmosfer puluhan ribu pendukung tuan rumah. Namun, pertunjukan sesungguhnya datang dari lapangan hijau. Amerika Serikat menunjukkan ambisi besar mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghancurkan Paraguay 4-1 dalam laga Grup D, Jumat (13/6) waktu setempat.
Dari pengamatan jambiprima.com melalui siaran langsung pertandingan, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi tim asuhan Mauricio Pochettino. Lebih dari itu, pertandingan tersebut menjadi gambaran bagaimana Amerika Serikat mulai menemukan identitas permainan yang mampu menggabungkan intensitas, kreativitas, dan efektivitas di depan gawang.
Meski skor akhir menunjukkan dominasi tuan rumah, laga sebenarnya sempat diawali dengan ancaman dari Paraguay. Antonio Sanabria hampir mengejutkan publik Los Angeles ketika tembakannya memaksa kiper Matt Freese melakukan penyelamatan penting pada menit-menit awal.
Namun setelah momen tersebut, pertandingan praktis menjadi milik Amerika Serikat.
Gol pembuka Amerika lahir dari kombinasi dua pemain yang menjadi motor serangan tim. Weston McKennie menemukan Christian Pulisic di sisi kiri lapangan. Winger AC Milan itu kemudian memperlihatkan kualitas individunya dengan melewati dua pemain Paraguay sebelum mengirim bola ke area berbahaya.
Dalam upaya menghalau ancaman, Damian Bobadilla justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri pada menit ketujuh. Gol bunuh diri tersebut membuka keran serangan Amerika yang terus mengalir sepanjang babak pertama.
Paraguay terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan tuan rumah. Sergino Dest beberapa kali mengancam dari sisi sayap, sementara Folarin Balogun sempat mencetak gol yang dianulir karena offside.
Penyerang AS Monaco itu akhirnya mendapatkan gol yang sah pada menit ke-31. Berawal dari penetrasi Pulisic di sisi kiri, Balogun dengan tenang menuntaskan peluang untuk menggandakan keunggulan Amerika.
Gol tersebut semakin menegaskan betapa pentingnya peran Pulisic dalam sistem permainan Pochettino. Tidak hanya menjadi kreator utama, kapten tim Amerika juga mampu menarik perhatian lini belakang lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Jika ada satu pemain yang paling mencuri perhatian malam itu, maka sosok tersebut adalah Folarin Balogun.
Sejak memilih membela Amerika Serikat, penyerang berusia 24 tahun itu kerap menjadi sorotan terkait konsistensinya di level internasional. Namun melawan Paraguay, Balogun menunjukkan mengapa dirinya diproyeksikan sebagai ujung tombak utama tim nasional.
Gol keduanya yang lahir pada masa injury time babak pertama menjadi simbol kualitas yang dimilikinya. Menerima umpan terobosan Malik Tillman, Balogun berlari memasuki kotak penalti, melakukan cut-back yang mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang Omar Gill.
Gol tersebut membuat Amerika menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 3-0 sekaligus mengirim pesan kuat kepada para pesaing di Grup D.
Memasuki babak kedua, Paraguay mencoba mengubah jalannya pertandingan. Pelatih mereka memasukkan gelandang serang Mauricio menggantikan Bobadilla yang tampil kurang maksimal.
Pergantian itu langsung memberikan dampak.
Mauricio menjadi sumber energi baru bagi serangan Paraguay. Pada menit ke-73, ia menerima umpan cerdas dari Julio Enciso sebelum melepaskan penyelesaian akurat yang memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.
Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi wakil Amerika Selatan untuk melakukan kebangkitan. Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Alih-alih panik, Amerika justru merespons dengan meningkatkan intensitas permainan. Malik Tillman nyaris menambah gol keempat, meski peluang emasnya berhasil digagalkan Omar Gill.
Respons cepat ini menunjukkan perkembangan mentalitas skuad Pochettino. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika Amerika sering kehilangan kendali setelah kebobolan, kini mereka mampu kembali mengambil alih ritme pertandingan.
Ketika pertandingan memasuki detik-detik akhir, Gio Reyna memastikan malam itu menjadi pesta sempurna bagi tuan rumah.
Gelandang kreatif tersebut melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler pada menit ke-90+8 yang tidak mampu dijangkau Omar Gill. Gol tersebut menjadi penutup ideal bagi performa dominan Amerika Serikat.
Skor 4-1 tidak hanya mencerminkan keunggulan teknis Amerika, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad yang mulai terbentuk di bawah kepemimpinan Pochettino.
Di balik kemenangan besar ini, terdapat sejumlah indikator positif bagi Amerika Serikat. Christian Pulisic tampil sebagai kreator utama, Weston McKennie menunjukkan kepemimpinan di lini tengah, sementara Balogun mulai menemukan ketajamannya sebagai penyerang nomor sembilan yang selama ini dicari tim nasional.
Yang tidak kalah penting, Amerika mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit dan memiliki banyak sumber ancaman dari berbagai lini.
Tantangan berikutnya adalah menghadapi Australia. Dengan performa seperti yang ditunjukkan di Los Angeles, Amerika Serikat memiliki alasan kuat untuk menatap laga tersebut dengan penuh optimisme.
Jika kemenangan atas Paraguay menjadi cerminan kemampuan sesungguhnya tim ini, maka Pochettino mungkin sedang membangun salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Amerika. Dan di hadapan publik sendiri pada Piala Dunia 2026, mimpi untuk melangkah jauh kini mulai terasa realistis.
Kemenangan telak atas Paraguay menjadi awal yang ideal bagi perjalanan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Dengan performa impresif dari Christian Pulisic, Weston McKennie, hingga Folarin Balogun, skuad Mauricio Pochettino mengirim pesan tegas kepada para rivalnya di Grup D bahwa mereka bukan sekadar tuan rumah. Tantangan berikutnya adalah Australia, dan kepercayaan diri The Stars and Stripes kini sedang berada di puncaknya.
"Hasil ini penting, tetapi yang lebih membuat saya bangga adalah mentalitas para pemain. Mereka bermain dengan keberanian, energi, dan rasa lapar untuk menang. Jika kami bisa mempertahankan standar ini, maka kami akan menjadi tim yang sulit dihentikan," ujar Pochettino. (Sab)
Bosnia Raih Poin Bersejarah Usai Tahan Imbang Tuan Rumah Kanada 1-1
Ceko Gagal Pertahankan Keunggulan, Takluk 1-2 dari Korea Selatan di Laga Pembuka
Tampil Meyakinkan di Laga Perdana, Meksiko Amankan Tiga Poin Usai Kalahkan Afrika Selatan
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Arteta Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Turnamen Catur Wali Kota Cup Jambi Digelar, Maulana Tekankan Sportivitas
Wakapolres Bungo Hadiri Open Turnamen Sepak Bola Piala Bupati di Lubuk Benteng
Arsenal Matangkan Persiapan Jelang Final Liga Champions Lawan PSG