Ranny Fahd Arafiq Dorong BPOM Perkuat Pendampingan Substitusi Impor Bahan Baku Obat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:43:32 WIB - Dibaca: 79 kali

Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq (Fraksi Partai Golkar)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, mengajak Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memperkuat pendampingan terhadap program substitusi impor Bahan Baku Obat (BBO) guna mendukung terwujudnya kemandirian farmasi nasional.

Menurut Ranny, penguatan industri farmasi dalam negeri menjadi langkah penting mengingat sebagian besar kebutuhan bahan baku obat nasional masih bergantung pada impor. Melalui peningkatan produksi bahan baku lokal, ketersediaan dan keterjangkauan obat diharapkan dapat lebih terjamin bagi masyarakat.

Ia menilai BPOM memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengawasan produk yang beredar di pasar, tetapi juga dalam memberikan pendampingan kepada industri farmasi nasional, khususnya pelaku usaha yang sedang mengembangkan bahan baku obat substitusi impor.

Ranny berharap BPOM dapat memberikan bimbingan teknis terkait regulasi serta mendukung proses sertifikasi dan perizinan di sektor hulu. Upaya tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan industri bahan baku obat dalam negeri tanpa mengabaikan aspek keamanan, khasiat, dan mutu produk.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara regulator dan pelaku industri agar berbagai kendala administrasi maupun perizinan dapat diselesaikan secara efektif.

Komisi IX DPR RI, lanjutnya, berkomitmen mendukung langkah-langkah yang dilakukan BPOM dalam memperkuat kemandirian industri farmasi nasional. Sinergi antara BPOM, Kementerian Kesehatan, dan pelaku industri diharapkan mampu menghadirkan obat-obatan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami memandang BPOM sebagai mitra strategis yang mampu untuk mengakselerasi potensi lokal. Dengan memberikan ruang asistensi yang intensif bagi produsen dalam negeri, kita sedang merancang masa depan kesehatan bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat,” ujar Ranny. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA