HBA: Hari Adat Melayu Jambi Momentum Menjaga Marwah dan Jati Diri

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:03:30 WIB - Dibaca: 164 kali

Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengenakan pakaian adat Melayu saat menghadiri Puncak Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 di Balairung Sari, Kota Jambi, Selasa (16/6/2026).
Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengenakan pakaian adat Melayu saat menghadiri Puncak Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 di Balairung Sari, Kota Jambi, Selasa (16/6/2026). (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), menegaskan bahwa Hari Adat Melayu Jambi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu Jambi.

Hal tersebut disampaikan HBA saat Puncak Peringatan Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 yang digelar di Balairung Sari, Gedung LAM Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026).

Dalam sambutannya, HBA mengatakan, adat Melayu Jambi tidak hanya tercermin melalui pakaian adat, gelar kebesaran maupun berbagai prosesi adat, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Nilai tersebut meliputi sopan santun, kejujuran, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, serta ketaatan kepada ajaran agama.

Menurut HBA, tema Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026, yakni "Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri dan Teguh Menjaga Marwah", sangat relevan dengan kondisi saat ini karena mengajak masyarakat untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga kehormatan negeri Melayu.

"Melalui tema ini, kita ingin mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk terus mencintai adat, menjaga marwah daerah, serta menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari," ujar HBA.

Ia menambahkan, pelaksanaan Hari Adat Melayu Jambi tahun ini diselenggarakan secara sederhana, namun tetap sarat makna dan nilai budaya. Menurutnya, esensi adat tidak terletak pada kemegahan acara, melainkan pada kebersamaan dan ketulusan dalam menjaganya.

"Adat tidak dilihat dari megahnya tempat, tetapi dari niat, kebersamaan, dan ketulusan dalam menjaganya," katanya.

HBA berharap peringatan Hari Adat Melayu Jambi dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman.

Menurutnya, adat Melayu Jambi yang berlandaskan falsafah "Adat Bersendikan Syara', Syara' Bersendikan Kitabullah, Syara' Mengatur Adat Memakai" harus tetap menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Melalui peringatan ini, LAM Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan adat Melayu Jambi agar tetap hidup dan menjadi identitas yang membanggakan bagi generasi mendatang. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA