Fantastis! Anggaran Swakelola Rp10 Miliar, Jalan Tabir Cuma Kebagian Rp50 Juta

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:19:08 WIB - Dibaca: 196 kali

Jembatan Jalan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin — hanya mendapat alokasi Rp50 juta dari total Rp10 miliar anggaran swakelola PUPR Merangin 2026.
Jembatan Jalan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin — hanya mendapat alokasi Rp50 juta dari total Rp10 miliar anggaran swakelola PUPR Merangin 2026. (Lil )

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Besarnya anggaran swakelola yang dialokasikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin pada tahun 2026 menuai sorotan. Dari total anggaran swakelola sebesar Rp10 miliar, wilayah Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, hanya memperoleh alokasi sekitar Rp50 juta untuk perbaikan infrastruktur.

Anggaran tersebut diketahui diperuntukkan bagi perbaikan jembatan di kawasan Jalan Pasar Rantau Panjang. Sementara itu, sejumlah ruas jalan lain yang mengalami kerusakan cukup parah di wilayah Tabir hingga kini belum mendapatkan kepastian anggaran perbaikan.

Beberapa ruas jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat di antaranya Jalan Sungai Batang menuju Sungai Aur serta ruas Rantau Panjang yang menghubungkan Kecamatan Tabir dengan Kecamatan Tabir Ilir. Kondisi jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas perekonomian warga.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Merangin, Arya, membenarkan bahwa anggaran untuk wilayah Rantau Panjang melalui program swakelola hanya sebesar Rp50 juta.

"Untuk Rantau Panjang Tabir memang ada anggaran Rp50 juta. Anggaran itu digunakan untuk perbaikan jembatan di Jalan Pasar Rantau. Sedangkan total dana swakelola sebesar Rp10 miliar dibagi berdasarkan daerah pemilihan (dapil)," ujar Arya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, Arya menyarankan agar informasi lebih rinci mengenai pembagian anggaran maupun prioritas pembangunan dikonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas PUPR Merangin karena kewenangan tersebut berada di tingkat pimpinan dinas.

Minimnya anggaran yang dialokasikan untuk wilayah Tabir pun berpotensi memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait skala prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Merangin. Pasalnya, masih banyak ruas jalan yang kondisinya rusak dan membutuhkan penanganan segera demi menunjang aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA