PMI Kota Jambi Krisis Stok Darah, Kebutuhan Tembus 4.000 Kantong per Bulan

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:58:21 WIB - Dibaca: 208 kali

Peringatan Hari Donor Darah Internasional yang digelar di Lobby Kantor Wali Kota Jambi, Senin (29/6/2026).
Peringatan Hari Donor Darah Internasional yang digelar di Lobby Kantor Wali Kota Jambi, Senin (29/6/2026). (David )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi hingga kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Setiap bulan, UDD PMI Kota Jambi baru dapat menyediakan sekitar 2.000 hingga 2.500 kantong darah, sementara kebutuhan riil diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 kantong.

Kondisi tersebut menyebabkan keluarga pasien masih kerap diminta mencari pendonor pengganti agar proses transfusi darah dapat segera dilakukan. Minimnya stok darah menjadi tantangan tersendiri bagi PMI dalam memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala UDD PMI Kota Jambi, Fadli Quzwain, mengatakan apabila stok darah selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit dapat dipenuhi tanpa harus membebani keluarga pasien untuk mencari pendonor.

"Setiap bulan kami baru bisa menyediakan sekitar 2.000 sampai 2.500 kantong darah. Padahal kalau stok selalu tersedia, kebutuhan sebenarnya bisa mencapai 3.000 bahkan 4.000 kantong per bulan. Dengan begitu keluarga pasien tidak perlu lagi direpotkan mencari donor pengganti," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Menurut Fadli, keterbatasan stok darah tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pendonor yang masih minim, tetapi juga karena pelayanan donor darah belum dapat dilakukan selama 24 jam penuh. Oleh sebab itu, ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya.

"Petugas kami juga tidak bekerja selama 24 jam. Karena itu, ketersediaan stok darah sangat bergantung pada jumlah masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya," jelasnya.

Ia menambahkan, dari empat golongan darah yang tersedia, golongan darah AB menjadi yang paling sulit diperoleh karena jumlah pendonornya relatif sedikit. Sementara itu, stok golongan darah O masih menjadi yang paling banyak tersedia. Adapun golongan darah A dan B hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

Fadli berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mendonorkan darah secara rutin. Selain membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat bermanfaat bagi sesama.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi terus memberikan dukungan terhadap upaya PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah. Berbagai program telah dijalankan, salah satunya melalui pembentukan Kampung Donor Darah yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap kolaborasi antara PMI, instansi pemerintah, komunitas, perusahaan, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan darah di Kota Jambi dapat terpenuhi setiap saat. Dengan stok darah yang memadai, pelayanan kesehatan di rumah sakit akan semakin cepat, efektif, dan keluarga pasien tidak lagi dibebani untuk mencari pendonor pengganti saat kondisi darurat. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA