Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, Teken Sejumlah MoU Strategis

Jumat, 03 Juli 2026 - 11:11:37 WIB - Dibaca: 64 kali

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko pada pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko pada pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Setkab RI)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko sepakat memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan bilateral, kedua kepala negara membahas sekaligus menyepakati sejumlah langkah strategis guna mempererat hubungan Indonesia dan Belarus di berbagai sektor.

Salah satu poin utama ialah peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang menjadi kerangka kerja sama bilateral untuk lima tahun ke depan.

Selain itu, kedua negara juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU), di antaranya kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Industri Republik Belarus.

Kerja sama juga diperluas pada bidang kebudayaan, otoritas jasa keuangan, serta kesehatan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh instansi terkait dari kedua negara.

Di bidang riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama National Academy of Sciences of Belarus menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis untuk memperkuat kolaborasi penelitian dan inovasi.

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menandatangani nota kesepahaman dengan Department of Financial Monitoring of the State Control Committee of the Republic of Belarus mengenai kerja sama dan pertukaran intelijen dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal.

Kerja sama lainnya mencakup penandatanganan nota kesepahaman di bidang akreditasi nasional yang ditandatangani Komite Akreditasi Nasional (KAN) Republik Indonesia.

Di sektor ekonomi, Indonesia dan Belarus juga sepakat memperkuat kemitraan melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA).

Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo mengatakan kunjungan Presiden Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia, yang merupakan kunjungan keduanya setelah lebih dari 13 tahun.

"Kunjungan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang," ujar Prabowo. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA