Belgia vs Amerika Serikat: Mengingat Kembali Duel Klasik yang Ditentukan Lukaku

Minggu, 05 Juli 2026 - 15:47:27 WIB - Dibaca: 214 kali

Skuat Belgia dan Amerika Serikat berfoto sebelum kick-off babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil.
Skuat Belgia dan Amerika Serikat berfoto sebelum kick-off babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil. (FIFA/Getty Images.)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Belgia dan Amerika Serikat akan kembali bentrok pada 7 Juli 2026 dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Jelang pertemuan tersebut, publik sepak bola kembali mengenang duel klasik kedua tim pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil, saat Belgia menang dramatis 2-1 lewat babak perpanjangan waktu berkat aksi Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne.

Pertandingan di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, menjadi salah satu laga paling menegangkan sepanjang turnamen. Meski akhirnya menang, Belgia harus bekerja ekstra keras menghadapi penampilan fenomenal penjaga gawang Amerika Serikat, Tim Howard, yang berkali-kali menggagalkan peluang emas Setan Merah.

Sejak peluit awal dibunyikan, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan. Baru 38 detik laga berjalan, Divock Origi sudah mengancam gawang Amerika Serikat, namun Howard mampu melakukan penyelamatan gemilang.

Sepanjang waktu normal, pasukan Marc Wilmots terus menggempur pertahanan lawan. Kevin De Bruyne, Eden Hazard, hingga Dries Mertens silih berganti menciptakan peluang, tetapi semuanya berhasil dimentahkan Howard yang tampil dengan refleks luar biasa.

Di sisi lain, Amerika Serikat hampir mencuri kemenangan pada penghujung babak kedua. Umpan Jermaine Jones berhasil disambut Chris Wondolowski yang berdiri bebas di depan gawang, namun tendangannya justru melambung sehingga skor 0-0 bertahan hingga waktu normal usai.

Memasuki babak tambahan, Wilmots memasukkan Romelu Lukaku menggantikan Origi. Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan.

Pada menit ke-93, Lukaku melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan yang akhirnya dimanfaatkan Kevin De Bruyne. Gelandang kreatif Belgia itu mengecoh pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tendangan akurat ke sudut bawah gawang untuk membawa Belgia unggul 1-0.

Lukaku kemudian melengkapi penampilan impresifnya pada menit ke-105. Menerima umpan cerdik dari De Bruyne, striker bertubuh besar itu dengan tenang menaklukkan Howard dan menggandakan keunggulan Belgia menjadi 2-0.

Amerika Serikat belum menyerah. Hanya berselang dua menit, pemain muda Julian Green memperkecil ketertinggalan melalui tendangan voli yang gagal diantisipasi Thibaut Courtois.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali hidup. Jermaine Jones nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan keras yang tipis melebar, sementara Clint Dempsey memperoleh peluang emas di penghujung laga. Namun Courtois tampil sigap melakukan penyelamatan krusial untuk memastikan kemenangan Belgia.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan. Belgia pun melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2014, sementara Amerika Serikat harus mengakhiri perjuangannya.

Meski timnya kalah, penampilan Tim Howard menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Kiper Amerika Serikat itu mencatat salah satu performa individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia dengan berkali-kali menggagalkan peluang Belgia.

Pelatih Belgia, Marc Wilmots, mengaku laga tersebut sangat menguras emosi sekaligus memberikan pujian kepada Howard.

"Itu pertandingan yang luar biasa untuk para penonton, tetapi tidak untuk jantung saya. Tolong jangan beri saya pertandingan seperti ini lagi, dan jangan biarkan saya menghadapi Tim Howard lagi," ujarnya usai pertandingan. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA