JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng di Sungai Batanghari, wilayah Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kembali memicu ketegangan. Puluhan rakit dompeng yang beroperasi di kawasan tersebut dikabarkan diusir oleh warga pada Minggu (12/7/2026) sore karena dinilai sudah sangat meresahkan.
Seorang warga Desa Teluk Langkap berinisial AF membenarkan adanya aksi pengusiran tersebut. Menurutnya, warga sudah tidak lagi merasa nyaman karena aktivitas PETI semakin mendekati kawasan permukiman.
"Benar, kemarin sore terjadi pengusiran terhadap aktivitas dompeng. Saat itu saya langsung menghubungi Kasat Reskrim Polres Tebo. Beliau menyampaikan bahwa hari ini, Senin, petugas akan turun untuk melakukan razia terhadap dompeng," ujar AF saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2026).
AF menjelaskan, sebelum aksi pengusiran berlangsung, sejumlah personel dari Polres Tebo juga sempat mendatangi lokasi tempat para penambang beraktivitas di Sungai Batanghari.
Menurutnya, keberadaan rakit dompeng kini sudah berada sangat dekat dengan tebing sungai yang menjadi kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap dampak lingkungan maupun keselamatan warga.
"Sekarang aktivitas dompeng sudah mendekati rumah-rumah warga. Ada beberapa rakit yang jaraknya sudah sangat dekat dengan permukiman. Kasihan masyarakat, termasuk rumah saya juga berada tidak jauh dari lokasi. Kondisi itu bisa dilihat dari video yang beredar," tegasnya.
AF juga mengaku hingga Senin siang dirinya belum memperoleh informasi terbaru terkait hasil penertiban yang direncanakan aparat kepolisian.
"Saya dengar hari ini petugas kembali turun ke lokasi dompeng di Teluk Langkap. Tapi sampai sekarang saya belum mendapat informasi perkembangan selanjutnya," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebo, Iptu Rimhot Nainggolan, membenarkan adanya aksi pengusiran terhadap aktivitas PETI oleh warga pada Minggu sore.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat aparat kembali menuju lokasi pada Senin untuk melakukan penindakan, rombongan petugas justru mendapat perlawanan dari massa sehingga terpaksa mundur guna menghindari bentrokan.
"Benar, hari ini petugas kembali turun ke lokasi. Namun di lapangan petugas dihadang bahkan mendapat serangan dari massa. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas memilih mundur," ujar Rimhot.
Menurutnya, operasi di lapangan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tebo. Ia sendiri berencana menyusul ke lokasi, namun diminta untuk menunggu karena situasi dinilai belum kondusif.
"Yang turun saat ini Kabag Ops. Awalnya saya mau menyusul, tetapi disampaikan agar tidak dulu karena situasi di lapangan sedang memanas akibat adanya penyerangan oleh massa," jelasnya.
Kasat Reskrim menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari personel yang berada di lapangan terkait perkembangan situasi dan langkah penanganan selanjutnya.
"Iya, kami juga belum bisa memastikan bagaimana perkembangan akhirnya. Informasi yang kami terima sejauh ini masih bersifat laporan awal," pungkasnya. (DVD)
Resmi Dibuka, Pendaftaran Duta DPD RI Jambi 2026 Berlangsung hingga 20 Agustus
Pemkab Muaro Jambi Gandeng PT Pegadaian, Perkuat Akses Layanan Keuangan Masyarakat
Dandim 0416/Bute Perkuat Sinergi dengan Wartawan Tebo, Ajak Sajikan Informasi Akurat
PT SKU Disorot! Warga Tebo Laporkan Dugaan Alih Alur Sungai ke DLH
Viral! Warga Usir Puluhan Dompeng PETI, Polisi Malah Dihadang Massa
Paripurna DPRD Kota Jambi Ricuh! Hujan Interupsi Warnai Bahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
Maulana Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Bikin Momen Tak Terlupakan