Gol Ferran Torres di Menit 106 Antar Spanyol Kembali Jadi Raja Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 12:53:58 WIB - Dibaca: 342 kali

Ferran Torres merayakan gol kemenangan Spanyol ke gawang Argentina pada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Ferran Torres merayakan gol kemenangan Spanyol ke gawang Argentina pada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. (FIFA/Getty Images.)

JAMBIPRIMA.COM – Tim Nasional Spanyol kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. La Roja sukses mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Laga yang mempertemukan dua tim terbaik dunia itu berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan, namun baru mampu memecahkan kebuntuan pada babak perpanjangan waktu melalui Ferran Torres yang menjadi pahlawan kemenangan.

Gol semata wayang tercipta pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro, Nico Williams menyundul bola di tiang jauh sebelum disambut Ferran Torres dengan sepakan keras yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez.

Gol tersebut memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah sebelumnya menjadi kampiun pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih permainan. Peluang pertama lahir pada menit kelima melalui Lamine Yamal yang menerima umpan Dani Olmo. Namun, tembakan mendatarnya masih mampu ditepis Emiliano Martinez.

Meski terus mendominasi penguasaan bola, Spanyol beberapa kali dibuat frustrasi oleh kokohnya pertahanan Argentina. Menjelang turun minum, peluang dari Mikel Oyarzabal dan Marc Cucurella juga belum mampu mengubah skor.

Memasuki babak kedua, tekanan Spanyol semakin meningkat. Ferran Torres nyaris membuka keunggulan melalui sundulan hasil umpan Lamine Yamal, tetapi kembali digagalkan aksi gemilang Martinez.

Kiper Argentina itu tampil luar biasa sepanjang laga. Total 12 penyelamatan berhasil dilakukannya untuk menjaga harapan La Albiceleste tetap hidup hingga waktu normal berakhir tanpa gol.

Masalah besar kemudian menghampiri Argentina saat Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada penghujung waktu normal sehingga tim asuhan Lionel Scaloni harus bermain dengan 10 pemain di babak tambahan.

Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap membutuhkan kerja keras untuk menembus pertahanan lawan. Setelah sejumlah peluang terbuang, Ferran Torres akhirnya memecah kebuntuan lewat penyelesaian sempurna pada menit ke-106.

Argentina yang sepanjang turnamen tampil sangat produktif justru gagal melepaskan satu pun percobaan tembakan selama 90 menit waktu normal. Disiplin pertahanan Spanyol membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan mengembangkan permainan.

Selain meraih gelar juara, Spanyol juga mencatatkan sejumlah rekor. La Roja menjadi tim pertama yang menjuarai Piala Dunia hanya dengan kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Pelatih Luis de la Fuente juga mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang berhasil membawa timnya menjadi juara dunia pada usia 65 tahun. Sementara Lionel Messi menjadi pemain lapangan tertua yang tampil di final Piala Dunia sekaligus pemain kedua setelah Cafu yang tampil di tiga final Piala Dunia.

Ferran Torres dinobatkan sebagai Player of the Match berkat gol tunggal yang mengantarkan Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.

Dalam rilis resmi FIFA, pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya hingga akhirnya mampu mempersembahkan trofi untuk negaranya.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pemain sepak bola ini. Mereka adalah kelompok yang luar biasa, sebuah keluarga dengan bakat hebat. Merupakan kehormatan mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Kami telah memenangkan segalanya dan itu sungguh luar biasa," ujar Luis de la Fuente.

Ia menilai timnya sebenarnya layak mengakhiri pertandingan lebih cepat jika bukan karena penampilan luar biasa Emiliano Martinez.

"Saya pikir pertandingan seharusnya sudah ditentukan lebih awal. Penyelamatan hebat Dibu mencegah kami menang lebih cepat. Namun ini adalah final Piala Dunia dan bahkan ketika lawan bermain dengan sepuluh orang, kami tetap harus berjuang hingga akhir," pungkasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA