Inggris Gagal ke Final, Dibungkam Comeback Dramatis Argentina di Menit Akhir

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:29:07 WIB - Dibaca: 148 kali

Anthony Gordon merayakan gol pembuka Inggris saat menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta Stadium.
Anthony Gordon merayakan gol pembuka Inggris saat menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta Stadium. (FIFA/Getty Images.)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Harapan Timnas Inggris untuk mengakhiri penantian panjang menuju final Piala Dunia kembali pupus. Three Lions harus mengakui keunggulan juara bertahan Argentina dengan skor 1-2 pada laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Sempat memimpin lebih dulu melalui Anthony Gordon, Inggris gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Dua gol Argentina yang dicetak Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada penghujung pertandingan memaksa pasukan Thomas Tuchel mengakhiri perjuangan mereka di babak empat besar.

Sejak awal pertandingan, Inggris tampil disiplin menghadapi dominasi penguasaan bola Argentina. Peluang pertama hadir pada menit ke-33 ketika sundulan John Stones memanfaatkan tendangan bebas Declan Rice masih melebar dari sasaran.

Memasuki babak kedua, Inggris tampil lebih agresif. Serangan cepat yang dibangun Morgan Rogers dari sisi kanan menghasilkan umpan silang mendatar ke kotak penalti. Anthony Gordon yang berdiri bebas di tiang jauh sukses lebih dulu menyambar bola sebelum Nahuel Molina dan mengarahkan tendangan ke pojok gawang Emiliano Martinez pada menit ke-55.

Gol tersebut membuat Inggris berada di atas angin. Tim asuhan Thomas Tuchel bahkan sempat mampu meredam tekanan Argentina dalam beberapa menit berikutnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Argentina mulai mengambil alih jalannya pertandingan. Inggris dipaksa bertahan lebih dalam untuk mengamankan keunggulan, sementara Jordan Pickford harus bekerja keras menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari Nico Gonzalez dan Alexis Mac Allister.

Tekanan tanpa henti akhirnya berbuah hasil pada menit-menit akhir. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Lionel Messi mengirim bola kepada Enzo Fernandez yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti untuk menyamakan kedudukan.

Petaka bagi Inggris datang pada masa injury time. Setelah bola tembakan Alexis Mac Allister membentur tiang gawang, Messi kembali menghidupkan serangan lewat umpan silang ke tiang jauh yang diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan Argentina.

Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal melangkah ke partai final Piala Dunia meski sempat berada di ambang kemenangan. Sementara Argentina berhak melaju ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara.

Dalam rilis resmi FIFA, kapten Inggris Harry Kane mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya sudah tampil baik dalam sebagian besar pertandingan, namun gagal mempertahankan intensitas permainan hingga akhir.

"Saya sangat kecewa untuk tim ini, staf, dan para suporter. Kami memainkan pertandingan yang bagus hampir sepanjang laga. Saat unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan, padahal di level seperti ini itu tidak cukup. Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Para pemain telah memberikan seluruh darah, keringat, dan air mata mereka. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan," ujar Kane.

Kane menilai Inggris sebenarnya mampu menekan Argentina sejak babak pertama hingga awal babak kedua. Namun, perubahan strategi lawan membuat timnya semakin tertekan hingga akhirnya kebobolan dua gol.

"Pada babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan baik. Kami memberi mereka tekanan besar di area pertahanan mereka sendiri. Itu membuat kami mampu merebut bola dan mengendalikan pertandingan. Setelah gol kami, entah karena mereka menambah jumlah pemain untuk menyerang atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan Argentina terus datang bergelombang. Para pemain berusaha mati-matian melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup," katanya.

Meski gagal ke final, Kane tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya sepanjang turnamen.

"Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini. Banyak pertandingan yang bagus, kembali mencapai semifinal. Kami selalu berbicara tentang sudah berada di ambang. Kami sudah sangat dekat, kami hanya perlu menemukan kepingan yang masih hilang pada fase akhir turnamen," tutupnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA