Bupati Syukur Tutup MTQH ke-52 Merangin, Ajak Warga Jadikan Al-Qur'an Pedoman Hidup

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:53:53 WIB - Dibaca: 84 kali

Bupati Merangin M. Syukur berfoto bersama jajaran Forkopimda, pengurus LPTQ, dewan hakim, dan para kafilah usai menutup MTQH ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu (22/7) malam.
Bupati Merangin M. Syukur berfoto bersama jajaran Forkopimda, pengurus LPTQ, dewan hakim, dan para kafilah usai menutup MTQH ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu (22/7) malam. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin resmi ditutup Bupati Merangin M. Syukur di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu (22/7) malam. Dalam penutupan itu, Bupati menegaskan MTQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan Hadits.

Penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Zulhifni, penceramah K.H. Daud Hendri Ismail, pengurus LPTQ, tokoh agama, serta kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Merangin.

Di hadapan ribuan warga dan peserta, M. Syukur mengatakan setiap perhelatan memang memiliki akhir, namun tidak semua akhir menjadi penutup.

"Setiap perhelatan memiliki akhir. Namun tidak semua akhir adalah penutup. Ada akhir yang justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar," kata Syukur dalam sambutannya.

Menurutnya, nilai utama MTQH tidak terletak pada perebutan gelar juara, melainkan bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Hari ini kita menutup MTQH, tetapi sesungguhnya kita sedang membuka lembaran baru untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan Hadits. Tujuan utama MTQH bukan sekadar mencari siapa yang terbaik dalam membaca, menghafal, atau memahami ayat-ayat Allah, tetapi menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam keluarga, sekolah, masjid, hingga menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Syukur juga mengaitkan penguatan nilai-nilai keagamaan dengan visi pembangunan daerah menuju Merangin Baru 2030. Menurutnya, pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter masyarakat.

"Kabupaten Merangin sedang menapaki perjalanan menuju Merangin Baru 2030. Kita tentu ingin daerah ini semakin maju, infrastruktur dan ekonomi masyarakat meningkat, pendidikan berkembang, serta pelayanan kesehatan dan pelayanan publik semakin baik. Namun pembangunan yang paling kokoh bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan akhlak," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Syukur mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum MTQH sebagai titik awal mempererat hubungan keluarga dengan Al-Qur'an dan masjid.

"Mari kita pulang dari MTQH ini dengan membawa satu tekad yang sama, menjadikan rumah kita lebih akrab dengan Al-Qur'an, menjadikan anak-anak kita lebih dekat dengan masjid, dan menjadikan kehidupan masyarakat Merangin semakin religius, rukun, damai, dan bermartabat," katanya.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, dewan hakim, donatur, Pemerintah Kecamatan Sungai Manau, serta Pemerintah Desa Bukit Batu yang dinilai sukses menyelenggarakan MTQH ke-52 dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Ia juga memberikan pesan kepada para peserta. Bagi para juara, Syukur meminta agar prestasi dijadikan amanah untuk terus mengamalkan Al-Qur'an. Sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati karena kemuliaan di hadapan Allah SWT ditentukan oleh ketulusan dalam menjaga dan mengamalkan ayat-ayat suci.

Penutupan MTQH ke-52 Kabupaten Merangin diakhiri dengan lafaz Alhamdulillahillahi Rabbil 'Alamin dan pantun penutup dari Bupati M. Syukur. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan K.H. Daud Hendri Ismail. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA