Gubernur Al Haris Ajak Pelajar Jauhi Narkoba, Judi Online hingga Paham Radikal di Bungo

Rabu, 05 Agustus 2026 - 15:38:29 WIB - Dibaca: 99 kali

Gubernur Jambi Al Haris melambaikan tangan saat menyapa para pelajar yang mengikuti Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Perundungan dan Bahaya Narkoba di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026).
Gubernur Jambi Al Haris melambaikan tangan saat menyapa para pelajar yang mengikuti Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Perundungan dan Bahaya Narkoba di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026). (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH resmi membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Perundungan dan Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bungo. Kegiatan yang diikuti pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah itu digelar di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat keamanan dan lembaga terkait untuk memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman paham radikal, kejahatan siber, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga maraknya judi online.

Dalam arahannya, Gubernur Al Haris mengatakan jumlah pelajar SMA, SMK, dan MA di Provinsi Jambi saat ini sangat besar sehingga menjadi modal penting dalam menentukan masa depan daerah. Menurutnya, para remaja saat ini berada pada fase pembentukan karakter sehingga harus dibekali pemahaman yang benar.

"Untuk itu penting sekali ditanamkan di hati anak-anakku sekalian bagaimana selayaknya seorang anak. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tidak menyalahi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba. Tidak ada yang ikut judi online, juga saat ini marak geng motor," tegas Al Haris.

Al Haris menyoroti persoalan judi online yang sempat menjadi perhatian serius di Jambi. Ia mengungkapkan berdasarkan data yang diterima dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Provinsi Jambi pernah berada pada kategori tertinggi kasus judi online di Indonesia pada 2024.

"Alhamdulillah saya minta data. Saya punya data lengkap. Saya mulai kerja. Alhamdulillah ini turun. Yang ASN kita peringatkan. Tidak berubah ya kita berhentikan. Nah ini juga anak-anak juga cukup besar," ujarnya.

Selain judi online, Al Haris mengingatkan bahaya paparan konten negatif di media digital yang dapat menyeret generasi muda kepada paham radikal. Ia menyebut pemerintah menemukan adanya pelajar yang terpapar situs-situs radikal hingga berujung pada tindakan melawan hukum.

"Jangan sampai nanti anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali," katanya.

Tak hanya itu, Al Haris juga mengingatkan ancaman narkoba dan perundungan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, mayoritas penghuni lembaga pemasyarakatan anak tersangkut kasus narkoba. Sementara kasus perundungan di sekolah juga masih tinggi dan berdampak terhadap kondisi psikologis peserta didik.

Di hadapan ribuan pelajar, Al Haris berpesan agar generasi muda fokus mengejar pendidikan dan menjauhi seluruh aktivitas negatif yang dapat merusak masa depan.

"Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, tidak radikal, anak-anak sudah punya masa depan 60 persen. Sisanya 40 persen tinggal perjuangan dan doa," ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan.

"Utamakan pendidikan. Pendidikan adalah jalan untuk mencapai masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter. Hindari kegiatan negatif, hoaks, serta pengaruh yang bertentangan dengan nilai Pancasila," pesannya.

Sementara itu, Bupati Bungo Dedy Putra, SH, M.Kn mengatakan sosialisasi tersebut penting untuk membangun pemahaman sejak dini kepada para pelajar terkait bahaya radikalisme, terorisme, narkoba, perundungan, hingga berbagai bentuk kejahatan yang mengancam generasi muda.

"Dengan pemahaman yang baik, kita harap para pelajar bisa menjadi agen pencegahan di sekolah maupun lingkungan sekitar," ujar Dedy Putra.

Selain pembukaan sosialisasi, kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama menolak balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Densus 88.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, kepala organisasi perangkat daerah, kepala sekolah, guru, pelajar, perwakilan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta tamu undangan lainnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA