Musrenbangdus Sungai Buluh Bahas RKP 2027, Babinsa Dorong Usulan Sesuai Kebutuhan Warga

Rabu, 23 September 2026 - 12:02:39 WIB - Dibaca: 70 kali

Suasana Musrenbangdus Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, dalam rangka pembahasan penyusunan RKP Dusun Tahun 2027, Rabu (23/9/2026). Foto: Saudi
Suasana Musrenbangdus Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, dalam rangka pembahasan penyusunan RKP Dusun Tahun 2027, Rabu (23/9/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Pemerintah Dusun Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Dusun Tahun 2027. Penyusunan tersebut dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun (Musrenbangdus), Rabu (23/9/2026).

Musrenbangdus digelar di Aula Kantor Rio Desa Sungai Buluh dan dihadiri Babinsa Koramil 416-06/Muara Bungo, Serka Alhafiz. Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus membahas usulan pembangunan yang akan menjadi prioritas pada 2027.

Sejumlah kebutuhan dan usulan pembangunan dibahas dalam musyawarah dengan melibatkan pemerintah dusun dan masyarakat. Usulan yang disepakati nantinya menjadi bagian dalam penyusunan RKP Dusun Tahun 2027.

Datuk Rio Sungai Buluh, Suwardi, mengatakan Musrenbangdus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan usulan pembangunan di wilayahnya.

Menurutnya, setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan dibahas secara bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan dusun.

“Melalui Musrenbangdus ini kita ingin menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Usulan yang disampaikan akan kita musyawarahkan bersama untuk menentukan mana yang menjadi prioritas dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Suwardi.

Sementara itu, Serka Alhafiz mengatakan kehadiran Babinsa dalam Musrenbangdus merupakan bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan di wilayah binaan.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah dusun dan masyarakat diperlukan agar perencanaan pembangunan dapat berjalan secara baik dan sesuai kebutuhan warga.

“Musrenbangdus menjadi momentum untuk menyatukan usulan dan menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Serka Alhafiz. (sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA