JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Persoalan kerusakan ruas Jalan Simpang Betung–Muara Tabir kembali mengemuka. Setelah dilakukan musyawarah bersama pemerintah desa, masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Tebo, pihak perusahaan dan pengusaha loading sawit, salah satu agenda penting yang hingga kini masih ditunggu adalah kepastian jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum di DPRD Provinsi Jambi.
Musyawarah tersebut digelar di Kantor Desa Betung Bedarah Timur, Senin (10/8/2026), dan dihadiri unsur Forkopimcam Tebo Ilir, anggota DPRD Kabupaten Tebo Saipul Anwar dan Feri Ariyanto, perwakilan perusahaan, pengusaha loading sawit, serta perwakilan Desa Betung Bedarah Timur, Betung Bedarah Barat dan Sungai Aro.
BACA JUGA : Perjuangan Warga Berbuah Hasil, DPRD Jambi Siapkan RDP dan Pemeliharaan Jalan Betung–Pintas
Dalam berita acara yang ditandatangani para pihak, secara tegas disebutkan bahwa pengajuan RDP ke DPRD Provinsi Jambi masih menunggu proses penjadwalan.
Artinya, masyarakat dan para pihak terkait masih menunggu kapan persoalan Jalan Simpang Betung–Muara Tabir tersebut secara resmi dapat dibahas bersama DPRD Provinsi Jambi melalui forum RDP.
Sementara menunggu kepastian jadwal RDP, sejumlah langkah penanganan sementara disepakati untuk dilakukan.
Salah satunya, Pemerintah Provinsi Jambi disebut telah mengalokasikan Rp900 juta dalam APBD Provinsi Jambi untuk pembuatan jalan rigit beton dengan standar jalan provinsi, mulai dari titik nol Tanjakan hingga Payo Bilut sepanjang sekitar 150 meter.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga akan melaksanakan kegiatan perawatan ruas Jalan Simpang Betung–Muara Tabir, dengan dukungan material dari pihak perusahaan dan pengusaha loading sawit.
BACA JUGA : APBD 2027 Tak Anggarkan Jalan Simpang Betung–Pintas, Warga 11 Desa Ancam Gelar Aksi Besar-Besaran
Untuk penanganan jangka panjang, pembangunan ruas Jalan Simpang Betung–Muara Tabir juga telah diusulkan masuk APBD Provinsi Jambi Tahun 2027.
Perusahaan Berkomitmen Bantu Perawatan Jalan
Dalam musyawarah tersebut, tiga perusahaan pengguna ruas jalan, yakni PT Satya Kisma Usaha (SKU) atau Tebora, PT Persada Harapan Kahuripan (PHK) atau Makin dan PT Bintang Selatan Agro (BSA), menyatakan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam perawatan jalan.
Kontribusi tersebut berupa penyediaan material maupun penyiraman jalan secara rutin, dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Khusus untuk perawatan ruas jalan di wilayah Sungai Aro, Betung Bedarah Timur dan Betung Bedarah Barat, pihak pengusaha loading sawit juga menyepakati pengadaan material jenis batu split ukuran 2x3 sebanyak 10 ton untuk setiap loading sawit.
Sementara dari pihak perusahaan disepakati pengadaan material dengan rincian, PT PHK sebanyak 100 ton batu split 2x3, PT SKU sebanyak 100 ton, dan PT BSA sebanyak 50 ton.
Namun, untuk PT BSA masih menunggu kejelasan teknis. Forum memberikan batas waktu paling lambat Kamis, 13 Agustus 2026 untuk mendapatkan kepastian. Apabila tidak terpenuhi, perwakilan PT BSA disebut bersedia menghentikan sementara aktivitas armada.
Penyiraman Jalan Dilakukan Tiga Kali Sehari
Tak hanya material, perusahaan juga menyepakati kerja sama dalam kegiatan penyiraman jalan. PT SKU, PT PHK dan PT BSA akan bekerja sama melakukan penyiraman tiga kali sehari, mulai dari Simpang Betung hingga Betung Bedarah Barat, khususnya pada ruas jalan rabat beton.
Bantuan material batu split sendiri ditargetkan sudah diterima paling lambat Minggu, 30 Agustus 2026.
Seluruh kesepakatan tersebut menjadi langkah sementara sembari masyarakat menunggu agenda yang dinilai penting, yakni RDP dengan DPRD Provinsi Jambi untuk membahas persoalan Jalan Simpang Betung–Muara Tabir secara lebih menyeluruh. Jika Kesepakatan Tak Direalisasikan, Aksi Lanjutan Menanti
Berita acara musyawarah juga memuat peringatan tegas. Apabila poin-poin yang telah disepakati tidak direalisasikan, maka akan ada aksi massa lanjutan terhadap pihak yang tidak memenuhi kesepakatan.
Dengan demikian, perhatian masyarakat saat ini tidak hanya tertuju pada pelaksanaan perawatan dan bantuan material oleh perusahaan, tetapi juga pada kepastian jadwal RDP di DPRD Provinsi Jambi.
RDP diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah provinsi, DPRD, masyarakat dan perusahaan guna mencari solusi terhadap persoalan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat sekaligus digunakan oleh aktivitas perusahaan dan angkutan hasil perkebunan.
Untuk sementara, masyarakat masih menunggu satu hal: kapan DPRD Provinsi Jambi menjadwalkan RDP Jalan Simpang Betung–Muara Tabir? Jika RDP terlaksana, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan langkah konkret terhadap penanganan ruas jalan tersebut.
RDP Jadi Penentu
Dikawal
Belum Ada Jadwal RDP, Warga Simpang Betung–Muara Tabir Pegang 9 Poin Kesepakatan. (DVD)
Rektor UIN STS Jambi Pimpin Dewan Hakim, Wabup Dukung Kelancaran STQH 2026
Soal SP3 Kades Sungai Rambai, Komisi I DPRD Tebo: Itu Urusan Pemerintah Daerah
Banggar DPRD Tebo Bahas TKD, Anggaran untuk Kepentingan Rakyat Belum Tuntas
SAH Ingatkan Petani Jambi Siapkan Cadangan Air Hadapi Musim Kemarau
11 Desa Menanti RDP Jalan Simpang Betung–Pintas, Akankah Ada Kepastian?”
Hadapi Musim Kemarau, SAH Ingatkan Petani Jaga Ketersediaan Air
Kades Sungai Rambai Pertanyakan SP3 dari Pemkab Tebo, Datangi DPRD