Hukuman Mendidik di Ponpes Nurul Islam: Tak Ikut Apel Disuruh Sholat Dhuha

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:28:00 WIB - Dibaca: 65 kali

Dua santri melaksanakan sholat Dhuha di halaman pesantren sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan hukuman yang bersifat mendidik. Foto: Saudi
Dua santri melaksanakan sholat Dhuha di halaman pesantren sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan hukuman yang bersifat mendidik. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Seorang tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustadz Qodri, memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada santri yang tidak mengikuti apel pagi, Rabu (12/8/2026).

Alih-alih memberikan hukuman yang bersifat fisik, Ustadz Qodri memilih meminta santri tersebut melaksanakan sholat Dhuha. Hukuman itu diberikan sebagai bagian dari upaya mendidik santri agar semakin dekat dengan Allah SWT.

“Pagi ini, ada santri yang tidak mengikuti apel. Hukuman yang kami berikan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendidik: sholat Dhuha,” ujar Ustadz Qodri.

Menurutnya, pemberian hukuman dalam pendidikan seharusnya tidak bertujuan menimbulkan rasa takut kepada pendidik. Hukuman justru diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam diri santri.

“Sebab, hukuman terbaik adalah hukuman yang membuat anak semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh,” katanya.

Ustadz Qodri menegaskan, mendidik santri bukan sekadar membuat mereka takut kepada guru. Lebih dari itu, pendidikan harus menanamkan kesadaran agar anak memahami pentingnya menjaga kebaikan.

“Mendidik bukan tentang membuat anak takut kepada kita, tetapi mengajarkan mereka agar takut kehilangan kebaikan,” pungkasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA