JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Seorang tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustadz Qodri, memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada santri yang tidak mengikuti apel pagi, Rabu (12/8/2026).
Alih-alih memberikan hukuman yang bersifat fisik, Ustadz Qodri memilih meminta santri tersebut melaksanakan sholat Dhuha. Hukuman itu diberikan sebagai bagian dari upaya mendidik santri agar semakin dekat dengan Allah SWT.
“Pagi ini, ada santri yang tidak mengikuti apel. Hukuman yang kami berikan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendidik: sholat Dhuha,” ujar Ustadz Qodri.
Menurutnya, pemberian hukuman dalam pendidikan seharusnya tidak bertujuan menimbulkan rasa takut kepada pendidik. Hukuman justru diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam diri santri.
“Sebab, hukuman terbaik adalah hukuman yang membuat anak semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh,” katanya.
Ustadz Qodri menegaskan, mendidik santri bukan sekadar membuat mereka takut kepada guru. Lebih dari itu, pendidikan harus menanamkan kesadaran agar anak memahami pentingnya menjaga kebaikan.
“Mendidik bukan tentang membuat anak takut kepada kita, tetapi mengajarkan mereka agar takut kehilangan kebaikan,” pungkasnya. (Sab)
Gendang Telinga Diduga Pecah! Siswa SMAN Titian Teras Laporkan Senior ke Polisi
Polres Bungo Ungkap Dugaan Pencurian Motor, Pemuda 18 Tahun Diamankan
Tekan Risiko Karhutla, Babinsa Ajak Warga Desa Baru Pelepat Jaga Lingkungan
Perkuat Sinergi, Babinsa dan Pemdes Tanjung Belit Pantau Perkembangan Wilayah
Cegah Stunting, Babinsa Batang Bungo Edukasi Ibu Balita soal Gizi Anak
Warga Tanah Sepenggal Lintas Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis dan Tracing TBC
Empat Sekolah Bergiliran, Tahun Ini Ponpes Ad-Dhuha Jadi Paskibra Purwosari