Pembangunan Pasar Atas Bungo, GEMPUR Minta Ahli Antropologi Turun Mengkaji

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:01:12 WIB - Dibaca: 81 kali

Ketua Ormas GEMPUR, Mustakim, S.Sos, meminta rencana pembangunan gedung baru Pasar Atas Kabupaten Bungo melibatkan ahli antropologi dan sosial serta mengutamakan kebutuhan masyarakat. Foto: Saudi
Ketua Ormas GEMPUR, Mustakim, S.Sos, meminta rencana pembangunan gedung baru Pasar Atas Kabupaten Bungo melibatkan ahli antropologi dan sosial serta mengutamakan kebutuhan masyarakat. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Organisasi masyarakat Gerakan Muda Peduli Urusan Rakyat (GEMPUR) meminta Pemerintah Kabupaten Bungo memasukkan kajian sosial sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan gedung baru Pasar Atas. Organisasi ini menilai pembangunan pasar akan lebih berkelanjutan jika didasarkan pada kebutuhan masyarakat, bukan semata pada desain fisik bangunan.

Ketua GEMPUR, Mustakim, S.Sos, mengatakan pemerintah perlu melibatkan ahli antropologi dan ahli sosial masyarakat sejak tahap penyusunan konsep pembangunan. Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan untuk memetakan pola aktivitas warga, perilaku konsumen, kebutuhan pedagang, hingga dinamika sosial ekonomi di kawasan pasar.

“Jangan sampai kita membangun gedung baru dengan anggaran yang besar, tetapi setelah selesai justru tidak digunakan atau tidak diminati masyarakat. Kita ingin pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghasilkan bangunan yang megah,” kata Mustakim saat dikonfirmasi, Kamis, 13 Agustus 2026.

GEMPUR menilai pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memiliki karakter dan budaya tersendiri. Karena itu, menurut Mustakim, perencanaan pembangunan perlu didukung penelitian yang mampu menggambarkan bagaimana masyarakat berinteraksi di dalam pasar.

Selain melibatkan tenaga ahli, GEMPUR mendorong pemerintah menyelenggarakan konsultasi publik sebelum desain akhir ditetapkan. Forum tersebut diharapkan menghadirkan pedagang, pelaku UMKM, konsumen, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini bergantung pada aktivitas Pasar Atas.

“Yang akan menggunakan pasar ini adalah masyarakat. Karena itu, suara masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan konsep gedung baru. Jangan sampai desainnya bagus menurut perencana, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mustakim, ukuran keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya proyek atau berdirinya gedung baru. Pasar, kata dia, harus mampu menjadi ruang ekonomi yang hidup, nyaman, mudah diakses, dan tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat.

GEMPUR menyatakan mendukung rencana pembangunan gedung baru Pasar Atas selama proses perencanaannya dilakukan secara matang, transparan, dan mengutamakan kepentingan publik.

“Jangan sampai setelah gedung berdiri, masyarakat justru tidak mau menempatinya. Kita harus belajar dari pengalaman berbagai fasilitas publik. Bangunan boleh megah, tetapi yang paling penting adalah apakah masyarakat mau menggunakan dan merawatnya,” tuturnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA