Real Madrid Raih Tiga Poin Perdana, Mourinho Puji Mentalitas Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:56:58 WIB - Dibaca: 122 kali

José Mourinho memberikan instruksi kepada para pemain Real Madrid dari pinggir lapangan saat menghadapi Espanyol. Foto: Dok. Realmadrid.com
José Mourinho memberikan instruksi kepada para pemain Real Madrid dari pinggir lapangan saat menghadapi Espanyol. Foto: Dok. Realmadrid.com ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Real Madrid mengawali perjalanan di League 2026/27 dengan kemenangan dramatis. Los Blancos menundukkan Espanyol 1-2 di RCDE Stadium, setelah Carlos Espí mencetak gol penentu pada masa tambahan waktu, Minggu (23/8/2026).

Dari siaran langsung pertandiangan yang disaksikan jambiprima.com, Real Madrid langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Jude Bellingham membawa tim tamu unggul pada menit ke-9 setelah menyambut umpan silang Arda Güler melalui sundulan.

Espanyol kemudian mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui Cala. Berbagai peluang kembali tercipta setelahnya, tetapi hingga turun minum skor tetap 1-1.

Pada babak kedua, Madrid terus menekan. Bellingham hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-51, sementara Federico Valverde nyaris membawa Madrid kembali unggul pada menit ke-78. Namun, tembakannya hanya membentur tiang.

Gol kemenangan akhirnya tercipta pada masa tambahan waktu. Yan Diomande memberikan bola kepada Kylian Mbappé yang bergerak ke kotak penalti. Bola kemudian terlepas setelah mendapat tekanan pemain bertahan Espanyol dan Carlos Espí dengan sigap memanfaatkannya untuk menaklukkan Dmitrovi?.

Kemenangan tersebut memastikan tiga poin pertama Madrid pada laga pembuka musim.

Mourinho: Madrid Layak Menang

Pelatih Real Madrid, José Mourinho, menilai timnya memang pantas meraih kemenangan, meski menurutnya Espanyol juga tidak layak pulang tanpa hasil.

“Saya pikir kami pantas menang, tetapi Espanyol juga tidak pantas kalah. Kami bermain, terutama di babak kedua, dengan kontrol dan tekanan yang sangat baik. Kami mengambil banyak risiko dan saya pikir kami pantas menang,” kata Mourinho.

Menurut Mourinho, Espanyol mampu memberikan perlawanan kuat karena tampil terorganisasi, bertahan dengan disiplin dan memiliki ancaman serangan balik.

“Tim seperti Espanyol, yang bertahan seperti itu, melakukan serangan balik dengan berbahaya, dengan pemain yang berjuang sampai batas kemampuan dan sangat terorganisasi, tentu sulit bagi mereka untuk pulang tanpa membawa apa pun. Tapi saya ulangi, kami pantas meraih kemenangan,” ujarnya.

Mourinho juga menyoroti kondisi fisik Espanyol yang dinilainya menjadi salah satu faktor dalam pertandingan. Menurutnya, Espanyol memiliki keuntungan karena para pemainnya tidak tampil di Piala Dunia dan telah menjalani persiapan bersama dalam waktu cukup lama.

“Ketika kita berbicara tentang sistem pertahanan, ada satu hal yang tidak bisa saya abaikan, yaitu kondisi fisik sebuah tim. Mereka tidak memiliki pemain di Piala Dunia dan sudah bekerja bersama dalam waktu yang lama. Anda bisa melihatnya dari cara mereka mempertahankan intensitas permainan ini,” tutur Mourinho.

Puji Bellingham dan Peran Bangku Cadangan

Mourinho mengaku tidak menyangka Bellingham mampu bermain dalam waktu yang cukup panjang. Ia menyebut sejumlah pemain Madrid masih belum berada dalam kondisi terbaik.

“Saya tidak menyangka Bellingham bisa bermain selama itu. Beberapa pemain masih belum berada dalam kondisi terbaik dan ketika berbicara mengenai pressing seperti yang saya inginkan, kami masih kekurangan menit bermain dan kilometer, baik dalam latihan maupun pertandingan,” katanya.

Karena itu, Mourinho menganggap kemenangan tersebut memiliki arti penting bagi skuadnya.

“Saya sangat menghargai kemenangan ini karena ini adalah kemenangan dengan jiwa dan juga kemenangan dari bangku cadangan. Saya selalu mengatakan, bangku cadangan yang frustrasi sama sekali tidak membantu. Bangku cadangan dengan semangat tim, ketika Anda memiliki kualitas seperti yang kami miliki, bisa membantu Anda memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Menurut Mourinho, laga melawan Espanyol menjadi pertandingan sulit sekaligus memberikan tiga poin yang sangat penting bagi Madrid.

Mourinho Bicara soal Vini Jr.

Mourinho juga memberikan perhatian khusus terhadap Vini Jr. Ia menilai pemain asal Brasil tersebut mendapatkan perlakuan berlebihan dari lawan maupun penonton.

“Saya berisiko jika Anda kembali beberapa bulan lalu dan mengambil perkataan saya ketika saya masih menjadi lawan Vini Jr. Sekarang Vini Jr. adalah milik saya,” ujar Mourinho.

Mourinho mengakui Vini Jr. bukan pemain yang sempurna. Namun, ia menilai perlakuan lawan terhadap sang winger sudah terlalu berlebihan.

“Vini Jr. bukan orang suci, tetapi apa yang mereka lakukan kepadanya sudah terlalu berlebihan. Itu dimulai sejak menit pertama. Saya pikir ini memiliki pola, sesuatu yang berulang dari lawan ke lawan,” katanya.

Ia menggambarkan bagaimana Vini Jr. kerap menjadi sasaran tekel atau pelanggaran dari pemain lawan secara bergantian.

“Jika saya mendapat kartu kuning, kemudian Anda memukulnya. Saya keluar dengan kartu kuning, lalu seseorang yang belum mendapat kartu kuning masuk dan memukulnya. Itu membuatnya frustrasi,” tutur Mourinho.

Karena itu, Mourinho meminta Vini Jr. menjaga kontrol emosinya selama pertandingan.

“Saya berbicara dengannya saat jeda dan bahkan mengatakan secara detail: ‘Jika kamu mencetak gol, berhati-hatilah bagaimana kamu merayakannya agar saya bisa mempertahankanmu di lapangan.’ Ini sulit,” ungkapnya.

Mourinho kemudian mengaitkan situasi yang dialami Vini Jr. dengan isu perundungan.

“Kita berada di era sosial anti-bullying. Tetapi bersama Vini Jr., kita masih berada di era bullying, baik dari lawan maupun penonton. Kami harus mendidiknya semaksimal mungkin dan mempersiapkannya semaksimal mungkin,” pungkas Mourinho. (San)





BERITA BERIKUTNYA