ISPA di Tebo Naik 3.418 Kasus, Warga Diminta Waspada Asap Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:23:41 WIB - Dibaca: 172 kali

Ilustrasi karhutla di kabupaten Tebo. Foto: David/Net
Ilustrasi karhutla di kabupaten Tebo. Foto: David/Net ()

JAMBIPRIMA.COM,. TEBO — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mulai dirasakan masyarakat. Bau asap semakin tercium dalam sepekan terakhir dan dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ari Setiawan, mengatakan kasus ISPA di Tebo mengalami peningkatan pada periode Januari hingga minggu kedua Agustus 2026.

“Pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 14.454 kasus, sedangkan tahun 2026 mencapai 17.872 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 3.418 kasus,” ungkap Ari saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, sejumlah puskesmas dengan sebaran kasus ISPA cukup tinggi berada di Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu; Tuo Pasir Mayang, Kecamatan VII Koto Ilir; serta wilayah Rimbo Bujang.

Ari memastikan ketersediaan obat dan penanganan bagi pasien ISPA saat ini masih aman dan mencukupi.

Namun, ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, terutama kelompok berisiko seperti balita, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki gangguan paru.

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap meningkat. Jika asap di luar pekat, tutup ventilasi agar polusi tidak masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun membersihkan pekarangan dengan cara membakar karena dapat menambah polusi udara.

Ari mengingatkan warga mengenali gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, mata perih dan berair. Jika muncul gejala lebih berat seperti sesak napas, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA