Damkar Kodim 0416/Bute dan Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Karhutla di Sungai Bulu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:08:49 WIB - Dibaca: 40 kali

Personel Damkar Kodim 0416/Bute bersama Manggala Agni berjibaku memadamkan dan melakukan pendinginan di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Bulu, Kabupaten Bungo, Senin (24/8/2026). Foto: Saudi
Personel Damkar Kodim 0416/Bute bersama Manggala Agni berjibaku memadamkan dan melakukan pendinginan di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Bulu, Kabupaten Bungo, Senin (24/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Kepulan asap pekat dan kobaran api membakar lahan di Desa Sungai Bulu, Kabupaten Bungo, Senin (24/8/2026). Di tengah kondisi tersebut, Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kodim 0416/Bute bersama Manggala Agni turun langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas.

Personel Damkar Kodim 0416/Bute bergerak dari satu titik ke titik lain yang masih terbakar. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan terhadap area yang telah dilalui kobaran api guna mengantisipasi munculnya kembali titik panas.

Upaya penanganan tidak berlangsung mudah. Kondisi medan yang cukup sulit menjadi salah satu tantangan bagi petugas di lapangan. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan langkah personel untuk terus mendekati titik api dan mengendalikan kebakaran.

Bagi petugas, pengendalian api bukan semata-mata persoalan memadamkan kobaran yang terlihat. Pendinginan menjadi bagian penting untuk memastikan bara dan titik panas tidak kembali memicu kebakaran baru, terlebih ketika kondisi lahan dan cuaca berpotensi mendukung penyebaran api.

Dandim 0416/Bute Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, S.E., M.P.A., menegaskan bahwa jajaran Kodim akan terus memberikan dukungan dalam penanganan Karhutla bersama seluruh unsur terkait.

“Kami tidak boleh membiarkan api meluas. Selama masih ada titik api yang harus ditangani, personel akan terus bergerak bersama unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas,” tegas Yudi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Api yang bermula dari satu kawasan lahan dapat berkembang menjadi ancaman yang lebih besar apabila tidak segera dikendalikan, terutama ketika kondisi lapangan memungkinkan api menjalar ke area lain.

Kehadiran Damkar Kodim 0416/Bute bersama Manggala Agni sekaligus memperlihatkan pentingnya respons cepat di lapangan. Personel tidak hanya berhadapan dengan api, tetapi juga medan yang menyulitkan pergerakan serta kebutuhan untuk memastikan wilayah yang telah dipadamkan benar-benar aman dari potensi munculnya api kembali.

Pencegahan Tidak Kalah Penting

Di luar upaya pemadaman, pencegahan menjadi mata rantai penting dalam penanganan Karhutla. Dandim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut menjadi penting karena api yang digunakan untuk membersihkan atau membuka lahan berpotensi sulit dikendalikan. Situasi semakin berisiko ketika kondisi cuaca panas disertai angin kencang, yang dapat membuat api menjalar dengan cepat ke vegetasi dan lahan di sekitarnya.

Karena itu, pengendalian Karhutla tidak cukup hanya dilakukan setelah api muncul. Kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya sumber api menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran sejak awal.

TNI Hadir di Tengah Ancaman Karhutla

Keterlibatan Damkar Kodim 0416/Bute dalam penanganan kebakaran di Desa Sungai Bulu menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya penanggulangan bencana bersama unsur terkait.

Di tengah kepulan asap dan ancaman kobaran api, personel terus melakukan pemadaman dan pendinginan hingga titik-titik yang terbakar dapat dikendalikan. Fokus utama yang ditekankan adalah mencegah api meluas, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Peristiwa di Sungai Bulu kembali menjadi pengingat bahwa Karhutla bukan hanya persoalan api di atas lahan. Ketika kebakaran meluas, dampaknya dapat merembet pada lingkungan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, kecepatan penanganan di lapangan harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selama masih terdapat titik api yang harus ditangani, sinergi antarunsur menjadi kunci. Dan di Desa Sungai Bulu, Damkar Kodim 0416/Bute menunjukkan bahwa upaya memutus laju kebakaran membutuhkan personel yang terus bergerak, medan yang harus ditaklukkan, serta komitmen untuk menjaga masyarakat dan lingkungan dari ancaman Karhutla. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA