JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kualitas udara di Jambi menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan informasi kualitas udara yang ditampilkan dalam materi publikasi DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jambi, Senin, 24 Agustus 2026, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 204 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Data tersebut merujuk pada informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara. Dalam materi yang dipublikasikan, pembacaan data tercatat pada 24 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang tercatat mencapai 204, sementara PM10 berada pada angka 104. Parameter lainnya yang ditampilkan meliputi SO? sebesar 46, CO 31, O? 16, NO? 13, dan HC 0.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan utama kualitas udara pada saat pengukuran adalah konsentrasi partikulat, khususnya PM2.5. Partikel berukuran sangat kecil ini menjadi perhatian karena dapat terhirup hingga bagian dalam sistem pernapasan.
Dalam sistem ISPU, angka kualitas udara dikelompokkan berdasarkan tingkat dampaknya. Rentang 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, sedangkan 201–300 berada pada kategori sangat tidak sehat.
Dengan angka 204, kualitas udara yang ditampilkan dalam pembaruan tersebut telah melewati ambang kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini tidak berarti setiap orang akan mengalami gangguan kesehatan secara langsung. Namun, semakin buruk kualitas udara, semakin besar pula kebutuhan untuk mengurangi paparan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap pencemaran udara.
Kelompok rentan tersebut antara lain anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap paparan polusi udara. Karena itu, langkah pencegahan menjadi penting ketika kualitas udara berada pada kategori buruk.
PM2.5 merupakan partikulat dengan diameter aerodinamis hingga sekitar 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini berbeda dengan debu berukuran besar yang relatif lebih mudah tertahan di saluran pernapasan bagian atas.
Paparan partikulat halus dapat menjadi persoalan kesehatan apabila berlangsung dalam konsentrasi tinggi maupun terjadi secara berulang. Dampaknya dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem pernapasan dan memperburuk kondisi tertentu pada kelompok yang sensitif.
Karena itu, ketika indeks kualitas udara menunjukkan kategori sangat tidak sehat, masyarakat perlu mempertimbangkan kembali aktivitas di ruang terbuka, khususnya aktivitas yang tidak mendesak.
Informasi mengenai kualitas udara sebaiknya tidak menimbulkan kepanikan. Sebaliknya, data tersebut dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan.
Aktivitas olahraga di luar ruangan, misalnya, dapat dipertimbangkan kembali ketika kualitas udara sedang buruk. Begitu pula kegiatan lain yang tidak mendesak dan mengharuskan seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui kanal resmi pemerintah, karena kondisi pencemaran udara dapat berubah mengikuti faktor cuaca, arah angin, sumber emisi, serta kondisi lingkungan lainnya.
Materi yang disampaikan DPW PKS Jambi juga mencantumkan sumber data dari sistem informasi ISPU milik pemerintah. Hal ini penting karena informasi mengenai kualitas udara seharusnya merujuk pada pengukuran dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks pemberitaan, angka ISPU 204 perlu ditempatkan sesuai waktu pengukurannya, yakni 24 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut merupakan gambaran kualitas udara pada waktu pengukuran dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi sepanjang hari.
Pemantauan berkelanjutan menjadi penting untuk mengetahui apakah konsentrasi polutan meningkat, menurun, atau berada pada kondisi yang relatif stabil.
Bagi masyarakat, langkah paling sederhana adalah mengurangi paparan langsung ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan juga dapat menjadi salah satu upaya mengurangi paparan partikulat.
Ketua DPW PKS Jambi, Mustaharudin, saat dikonfirmasi tim jambiprima.com mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara yang sedang buruk. Pesan tersebut ditutup dengan imbauan sederhana namun penting, “Gunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan dan kurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak perlu.” (Rhm)
Fraksi Gerindra Tebo Dorong SPPG Serap Produk BUMDes, Ketahanan Pangan Harus Berdampak ke Desa
Pemkab Muaro Jambi Bergerak Cepat Hadapi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan kepada Warga
ISPA di Tebo Naik 3.418 Kasus, Warga Diminta Waspada Asap Karhutla
Jambi Waspada, 273 Hotspot Terdeteksi dan Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Tampil Memukau, Sanggar Budaya Muaro Jambi Sabet Juara I Seni Budaya Tradisi
Kebun Karet Terbakar 2.500 Meter Persegi, Polsek Muara Bungo dan Manggala Agni Bergerak Cepat