Karhutla Mulai Picu Kabut Asap di Bungo, BPBD Keluarkan Imbauan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:18:25 WIB - Dibaca: 46 kali

Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bungo, Jambi, Selasa (25/8/2026). Foto: Saudi
Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bungo, Jambi, Selasa (25/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Asap tipis mulai tampak menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Bungo, Jambi. Dari jalur Jalan Lintas Sumatera, kepulan asap terlihat membentang di sejumlah titik dan membuat jarak pandang tampak berkabut. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah sekitar.

Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, membenarkan kondisi tersebut. Dirinya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Menurut Zainadi, hingga kini belum ada imbauan khusus dari Pemerintah Provinsi Jambi terkait kondisi kabut asap. Namun, masyarakat diminta tetap mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan.

“Meski belum ada imbauan resmi terkait kabut asap dari Provinsi Jambi, kita tetap waspada bila hendak beraktivitas di luar rumah. Tetap gunakan masker apabila ingin beraktivitas,” ujar Zainadi, Selasa (25/8/2026).

Ia juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah. Menurut dia, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering.

Zainadi secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah pedesaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut berisiko memperluas kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

“Ancaman bagi pelaku karhutla sudah jelas. Karena itu, kami terus mengimbau agar masyarakat di wilayah pedesaan tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Zainadi mengatakan kondisi kabut asap di Bungo saat ini masih tergolong belum parah. Namun, ia mengingatkan kabut dapat semakin pekat jika kebakaran hutan dan lahan terus terjadi.

"Masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga lingkungan dari segala potensi yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan," cetusnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA