Dari Tiongkok hingga Jepang, Merangin Dapat Paket Program Penguatan SDM dan Ekonomi Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:47:38 WIB - Dibaca: 76 kali

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Yandri Susanto saat tiba di lokasi kegiatan didampingi Bupati Merangin H M Syukur, Senin (24/8/2026). Foto: Saudi
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Yandri Susanto saat tiba di lokasi kegiatan didampingi Bupati Merangin H M Syukur, Senin (24/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia Yandri Susanto membawa sejumlah program strategis untuk mendukung percepatan pembangunan desa di Kabupaten Merangin, Jambi.

Beragam dukungan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Upacara Retreat Kepala Desa Kabupaten Merangin yang berlangsung di Dodikjur Rindam III Siliwangi, Bandung, Senin (24/8/2026).

Bantuan yang ditawarkan tidak hanya menyasar pembangunan ekonomi desa, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu program yang menarik perhatian adalah kesempatan bagi tiga kepala desa asal Merangin untuk mengikuti pendidikan strategi pengembangan desa di Tiongkok.

“Nanti saya minta tiga orang kepala desa dari Kabupaten Merangin akan kita kirim ke Tiongkok, untuk mengikuti pendidikan strategi memajukan desa atau daerah tertinggal,” ujar Yandri.

Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kapasitas kepala desa. Kepala desa tidak hanya dituntut mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus memiliki wawasan mengenai strategi pengembangan potensi wilayah dan pengelolaan ekonomi desa.

Peluang Kerja ke Jepang

Perhatian Mendes PDTT juga diarahkan kepada generasi muda di tingkat desa. Yandri menyampaikan bahwa putra-putri dari setiap desa di Kabupaten Merangin akan diberikan kesempatan mengikuti program kursus yang diarahkan untuk membuka peluang bekerja di Jepang.

Kabupaten Merangin memiliki 205 desa dan 10 kelurahan. Dengan demikian, program tersebut berpotensi memberikan kesempatan kepada ratusan anak muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh akses terhadap peluang kerja internasional.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan fisik. Peningkatan keterampilan masyarakat menjadi salah satu modal penting agar desa memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dan menangkap peluang ekonomi yang lebih luas.

Bumdesma Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Dukungan lainnya diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma). Yandri menjanjikan bantuan melalui Program Sehati sebesar Rp2,5 miliar untuk masing-masing Bumdesma di setiap kecamatan.

Merangin memiliki 24 kecamatan. Jika program tersebut direalisasikan untuk seluruh kecamatan, nilai dukungan yang dialokasikan berpotensi mencapai Rp60 miliar.

Besarnya dukungan itu diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan modal, tetapi mampu menjadi pemicu lahirnya kegiatan ekonomi baru di desa. Bumdesma diharapkan dapat menjadi wadah pengelolaan potensi ekonomi secara bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Selain penguatan kelembagaan ekonomi desa, pemerintah pusat juga mendorong agar komoditas unggulan Merangin memiliki akses ke pasar ekspor.

“Kita juga akan membantu Kabupaten Merangin untuk mengekspor berbagai komoditi unggulan seperti kopi, gula aren, jahe dan berbagai produk pertanian dan unggulan lainnya,” terang Yandri Susanto.

Langkah tersebut membuka peluang bagi produk lokal Merangin untuk tidak hanya berputar di pasar domestik. Namun, peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, pengemasan, hingga standar ekspor akan menjadi pekerjaan lanjutan yang perlu dipersiapkan pemerintah daerah bersama masyarakat.

Pemkab Siapkan Klaster Produk Unggulan

Bupati Merangin H M Syukur yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Merangin.

“Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan Pak Mendes PDTT. Terima kasih juga telah menyempatkan diri hadir di upacara ini bersama para pejabat Kemendes PDTT,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, berbagai potensi yang dimiliki Merangin nantinya akan dipetakan dan diklasterkan berdasarkan keunggulan masing-masing kecamatan dan desa.

Produk pertanian maupun produk unggulan lainnya akan diarahkan agar memiliki fokus pengembangan yang lebih jelas. Strategi tersebut diharapkan dapat memudahkan proses pembinaan, peningkatan produksi hingga pemasaran, termasuk ketika produk tersebut diarahkan untuk pasar ekspor.

Pendekatan klaster menjadi penting karena setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Dengan pemetaan tersebut, pengembangan produk diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi ekonomi daerah yang terintegrasi.

Bupati berharap seluruh program yang diberikan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa dan masyarakat Merangin.

Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya berpotensi meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga dapat memperkuat kualitas SDM dan membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat.

Di sisi lain, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program tersebut memiliki kesinambungan. Pelatihan kepala desa harus diterjemahkan menjadi inovasi di tingkat desa, program keterampilan bagi generasi muda harus diikuti peningkatan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar, sementara dukungan Bumdesma perlu dikelola secara profesional agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi penguatan SDM, pembiayaan ekonomi desa dan pembukaan akses pasar ekspor, program yang ditawarkan Mendes PDTT tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Merangin untuk mempercepat transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA