JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Lelang aset eks SMP Negeri 3 Kota Jambi berakhir di angka Rp278 juta. Nilai tersebut melonjak sekitar 70 persen dibandingkan harga limit yang ditetapkan sebesar Rp163,657 juta.
Lelang digelar melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jambi pada Kamis (27/8/2026) dan ditutup pukul 14.00 WIB. Sebanyak empat peserta mengikuti proses penawaran, hingga peserta asal Pekanbaru ditetapkan sebagai pemenang.
Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Aset) BPKAD Kota Jambi, Lucky Harianto, mengatakan proses lelang dilakukan melalui mekanisme resmi KPKNL.
“Setelah menang, wajib menyetor uang pelunasan. Nanti akan mendapatkan risalah lelang,” ujar Lucky.
Aset tersebut berada di Jalan KH Hasan Anang, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk. Bangunan yang sudah rusak dan tidak lagi digunakan itu dilelang sebagai upaya optimalisasi aset milik Pemkot Jambi.
Objek lelang meliputi ruang kelas, ruang keterampilan, ruang kepala sekolah, perpustakaan, rumah penjaga, musholla, laboratorium komputer dan laboratorium IPA.
Di dalam bangunan masih terdapat material kayu Bulian serta besi yang menjadi bagian dari objek lelang. Namun, pemenang tidak membeli bangunan dalam kondisi utuh.
“Untuk pembongkarannya langsung dilakukan oleh pemenang sendiri. Sampai dengan waktu penyerahan hasil lelang, aset tetap dijaga,” jelas Lucky.
Seluruh biaya pembongkaran, pengangkutan material serta risiko selama proses pembongkaran menjadi tanggung jawab pemenang. Pembongkaran baru dapat dilakukan setelah seluruh kewajiban pembayaran dan administrasi diselesaikan.
Dengan harga akhir Rp278 juta, lelang eks SMPN 3 Jambi menghasilkan tambahan sekitar Rp114,3 juta atau 69,9 persen dari harga limit awal. (DVD)
Aduan Gematipikor Soal DD Kandang Ditindaklanjuti, Inspektorat Diminta Beri Jawaban
Pimpin Konsolidasi Gerindra Jambi, SAH Tekankan Soliditas dan Kerja Nyata Kader
Tak Cuma BPJS, PT PBM Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Tebo Ilir
Aklamasi! Zulhefni Kembali Pimpin Golkar Tebo Ulu Periode 2026–2031
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Tebo Belajar Daring Tiga Hari