JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Rumah Mudo Belajar Adat Kecamatan Tebo Ilir menggelar Festival Syair Buka Lanse & Lagu Daerah Jambi Jilid II Tahun 2026 di Aula Serba Guna Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Sabtu-Minggu (29-30/8/2026).
Festival yang berlangsung selama dua hari dua malam tersebut diikuti 108 peserta, terdiri dari 86 peserta Lagu Daerah Jambi dan 11 pasang atau 22 peserta Syair Buka Lanse. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Tebo, tetapi juga Kabupaten Batanghari dan Bungo.
Ketua Panitia, Rahmadi Tri Yoga, S.I.Kom, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar Rumah Mudo Belajar Adat dalam menjaga, merawat dan memperkenalkan kembali kekayaan seni dan budaya Jambi, khususnya kepada generasi muda.
“Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, mencintai dan melestarikan seni tradisi daerah Jambi,” kata Yoga.
Festival dibuka secara resmi oleh Camat Tebo Ilir, Yanto.,S.Pd.,MM dan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Tebo Ihsanuddin, Anggota DPRD Tebo Liga Marisa, Kapolsek Tebo Ilir, Danramil Sungai Bengkal, Plt Kepala Desa Kemantan, Kepala Desa Kemantan terpilih, Ketua LAMJ Kecamatan Tebo Ilir, Ketua LAMJ Desa Kemantan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat serta sejumlah undangan
Perlombaan Lagu Daerah Jambi mempertandingkan kategori SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat hingga kategori umum. Sementara Festival Syair Buka Lanse menjadi salah satu daya tarik baru dalam penyelenggaraan tahun ini.
Yoga menjelaskan, festival tersebut merupakan agenda tahunan yang kini memasuki tahun kedua. Pada penyelenggaraan pertama, kegiatan hanya berfokus pada Festival Lagu Daerah Jambi. Tingginya antusiasme masyarakat kemudian mendorong panitia menambahkan Syair Buka Lanse sebagai cabang baru.
Ia berharap festival tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan menjaga keberlangsungan seni tradisi Jambi.
“Kebudayaan bukan hanya sesuatu yang diwariskan untuk dikenang, tetapi harus dihidupkan, dipelajari, dijaga dan diwariskan kembali. Kalau bukan kita yang menjaga budaya kita, siapa lagi?” ujar Yoga.
Sementara itu, Ketua Rumah Mudo Belajar Adat sekaligus Penanggung Jawab Festival, Ustaz Novpriadi, S.Pd.I., M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, atas nama Rumah Mudo Belajar Adat Melayu, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Lagu Daerah Jambi dan Syair Buka Lanse sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Novpriadi
Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi bagian dari upaya nyata menjaga adat dan budaya Melayu Jambi agar tetap hidup di tengah masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menegaskan semangat pelestarian budaya yang dipegang Rumah Mudo Belajar Adat melalui prinsip, “So Buat, duo pakai, tigo wariskan.”
“Syair Buka Lanse merupakan salah satu warisan budaya Melayu Jambi yang harus terus dikenalkan, digunakan dan diwariskan. Inilah salah satu upaya kita agar budaya Melayu Jambi tetap hidup dan tidak tergerus zaman,” pungkas Novpriadi. (DVD)
Tak Ingin Budaya Tergerus Zaman, Rumah Mudo Tebo Hidupkan Syair Buka Lanse dan Lagu Daerah Jambi
Penolakan PT SAS Makin Meluas, Warga Aurduri Soroti Debu Batu Bara dan Bantuan Air Bersih
Jaga Kamtibmas di Musim Kemarau, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Rangkul Tokoh Masyarakat Muara Tabir
Hotspot Terdeteksi di Tebo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turun Langsung Cegah Karhutla
UIN STS Jambi Intip Strategi Kampus Digital UIN Gus Dur, dari Command Center hingga Student Center
Berkedok Ojol, Jambret di Jambi Gasak Kalung Emas Rp60 Juta, Pelaku Kabur hingga Banten
Kekeringan Mengintai Kota Jambi, DPRD Desak Pemetaan Krisis Air Dimulai dari Tingkat RT