JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI — Penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi, semakin meluas. Warga Perumahan Aurduri bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) terus melakukan konsolidasi dan edukasi lingkungan untuk menyuarakan keberatan terhadap rencana tersebut.
Aksi terbaru digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Puluhan warga menggunakan mobil pikap dan belasan sepeda motor berkonvoi menyusuri sejumlah blok di Perumahan Aurduri sambil menyampaikan pesan penolakan kepada masyarakat.
Konvoi juga menyambangi Blok C yang meliputi RT 09, RT 10, RT 11, dan RT 12. Dalam kegiatan tersebut, warga memberikan edukasi mengenai potensi dampak debu dari aktivitas batu bara terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Warga menilai paparan debu batu bara menjadi salah satu kekhawatiran utama apabila stockpile dibangun di kawasan tersebut. Mereka khawatir partikel debu yang berukuran sangat kecil dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan, terutama jika paparan terjadi berulang.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling dikhawatirkan karena masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sistem pernapasan.
Selain edukasi, warga juga membagikan masker secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kualitas udara dan kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Kota Jambi.
Tokoh masyarakat Aur Kenali sekaligus Ketua RT 03, Mahfudin, turut menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi dampak lingkungan dan kesehatan apabila rencana pembangunan stockpile tersebut direalisasikan.
Mahfudin mengajak masyarakat, khususnya penghuni Perumahan Aurduri, tetap solid dan mempertahankan perjuangan menolak rencana pembangunan tempat penampungan batu bara tersebut.
Menurutnya, gerakan warga tidak akan berhenti pada aksi konvoi dan edukasi. Konsolidasi akan terus dilakukan hingga agenda demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar.
Pada akhir September 2026, warga Aur Kenali bersama masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar, termasuk Mendalo, berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Sebelumnya, berbagai aksi telah dilakukan, mulai dari mendatangi Kantor Gubernur Jambi, memblokir Jalan Lintas Timur, hingga aksi damai di kantor PT SAS di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian.
Gerakan tersebut juga direncanakan berlanjut ke tingkat nasional. Warga berencana mendatangi sejumlah lembaga terkait di Jakarta pada Oktober 2026 untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Blok C Perumahan Aurduri, Ahmad Junaidi, menegaskan warga di wilayahnya tetap solid dalam menolak rencana pembangunan stockpile.
Junaidi, yang pernah menjabat sebagai ketua RT selama dua periode, mengatakan warga Blok C telah menyampaikan penolakan sejak awal munculnya rencana pembangunan tersebut.
Menurutnya, kekhawatiran terhadap lingkungan dan kesehatan menjadi alasan utama warga mempertahankan sikap penolakan.
“Sejak awal, saya, Pak Doddi, Pak Zulfikar, dan seluruh warga di sini sudah menolak pembangunan stockpile di daerah kita,” tegas Junaidi.
Ia memastikan warga Blok C tidak mudah terpecah dan akan tetap berada dalam satu barisan bersama masyarakat yang menolak rencana pembangunan stockpile.
Soroti Bantuan Air Bersih
Di tengah konsolidasi penolakan, warga juga menyoroti bantuan air bersih yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut dinilai belum menyentuh persoalan utama yang menjadi dasar penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile.
Warga mempertanyakan apakah bantuan air bersih tersebut merupakan solusi substantif atas kekhawatiran masyarakat atau hanya sebatas kegiatan seremonial.
Bagi warga, persoalan utama bukan sekadar bantuan, melainkan potensi dampak aktivitas batu bara terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rencana stockpile.
Karena itu, warga menyatakan akan terus mengonsolidasikan gerakan hingga agenda demonstrasi besar pada akhir September 2026 dan rencana penyampaian aspirasi ke Jakarta pada Oktober mendatang.
Rangkaian aksi tersebut menunjukkan penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile PT SAS kini berkembang menjadi gerakan warga yang terorganisasi dan melibatkan sejumlah wilayah.
Warga pun menyatakan akan terus menyampaikan aspirasi melalui berbagai cara, mulai dari edukasi lingkungan, pembagian masker, aksi lapangan, demonstrasi, hingga komunikasi dengan lembaga terkait. (DVD)
Tak Ingin Budaya Tergerus Zaman, Rumah Mudo Tebo Hidupkan Syair Buka Lanse dan Lagu Daerah Jambi
Penolakan PT SAS Makin Meluas, Warga Aurduri Soroti Debu Batu Bara dan Bantuan Air Bersih
UIN STS Jambi Intip Strategi Kampus Digital UIN Gus Dur, dari Command Center hingga Student Center
Berkedok Ojol, Jambret di Jambi Gasak Kalung Emas Rp60 Juta, Pelaku Kabur hingga Banten
Jambi Dapat Tambahan 250 Bedah Rumah, DPRD Ingatkan Jangan Salah Sasaran
Kekeringan Mengintai Kota Jambi, DPRD Desak Pemetaan Krisis Air Dimulai dari Tingkat RT
Rumah Tuo Tabir Berlayar di Batanghari, Merangin Pamerkan Identitas Budaya