JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Ad-Dhuha Bungo. Kali ini, capaian tersebut datang dari tenaga pendidik SMAIT Ad-Dhuha Bungo, Ustadz Aminor, S.Pd., M.Pd., yang berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jambi kategori Asatidz (guru) tahun 2026.
Keberhasilan Ustadz Aminor bukan sekadar capaian individual. Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan kompetensi pendidik di lingkungan Ad-Dhuha tidak hanya diarahkan pada aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong guru untuk berani menguji kemampuan dalam kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Ustadz Aminor tampil mewakili Ponpes Ad-Dhuha sekaligus membawa nama SMAIT Ad-Dhuha Bungo dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tahun 2026. Kompetisi tingkat Provinsi Jambi tersebut digelar di PPM Al-Kinanah Jambi.
Raihan juara pertama menempatkan Ustadz Aminor sebagai salah satu peserta yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional di Jakarta. Artinya, capaian di tingkat provinsi menjadi pintu menuju tantangan berikutnya, sekaligus kesempatan untuk membawa nama Ad-Dhuha dan Jambi ke panggung kompetisi yang lebih luas.
Bagi keluarga besar Ad-Dhuha Bungo, prestasi tersebut memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar memperoleh posisi pertama dalam sebuah perlombaan.
Kemampuan guru dalam bidang Bahasa Arab menjadi bagian penting, terutama bagi lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan umum dengan lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Kompetensi tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat proses pembelajaran sekaligus memberikan teladan kepada para santri dan siswa.
Pimpinan Ad-Dhuha, Dr. Mukhlisin, mengaku bangga sekaligus terharu atas prestasi yang berhasil diraih Ustadz Aminor.
“Alhamdulillah, kami merasa bangga dan terharu atas prestasi yang diraih Ustadz Aminor. Ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Ad-Dhuha dan menjadi bukti bahwa guru-guru kami mampu berprestasi di tingkat provinsi,” ujar Dr. Mukhlisin, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan personal. Lebih jauh, prestasi itu diharapkan menjadi energi positif bagi lingkungan pendidikan Ad-Dhuha.
Guru yang berprestasi dapat menjadi contoh bahwa pendidik pun memiliki ruang untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta mengembangkan keahlian di bidang yang ditekuni.
Dr. Mukhlisin berharap keberhasilan Ustadz Aminor dapat memotivasi para guru dan santri di lingkungan Ad-Dhuha untuk semakin meningkatkan kemampuan, khususnya dalam bidang Bahasa Arab.
Harapan tersebut menjadi penting karena kompetisi akademik tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara. Di balik sebuah kompetisi terdapat proses belajar, penguatan kompetensi, dan keberanian untuk mengukur kemampuan dengan peserta lain.
Dalam konteks pendidikan, capaian seorang guru juga berpotensi memberikan dampak yang lebih luas. Pengalaman dan kemampuan yang diperoleh melalui kompetisi dapat menjadi bagian dari pengembangan budaya akademik di lingkungan sekolah dan pesantren.
Dengan demikian, keberhasilan Ustadz Aminor dapat dipandang sebagai momentum untuk terus mendorong guru maupun santri Ad-Dhuha agar tidak berhenti pada pencapaian yang sudah diraih.
Setelah menaklukkan kompetisi tingkat Provinsi Jambi, tantangan berikutnya sudah menanti. Ustadz Aminor akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.
Tahap nasional menjadi kesempatan sekaligus ujian baru. Persaingan akan semakin luas karena mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai daerah.
Bagi Ad-Dhuha Bungo, keikutsertaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kapasitas lembaga melalui prestasi tenaga pendidiknya.
“Semoga di tingkat nasional nanti dapat kembali memberikan hasil terbaik dan membawa nama Ad-Dhuha semakin dikenal. Mohon doa dan dukungannya agar perjuangan di Jakarta nanti berjalan lancar,” kata Dr. Mukhlisin.
Kini, capaian Juara 1 tingkat Provinsi Jambi menjadi bekal awal bagi Ustadz Aminor untuk menghadapi kompetisi nasional. Perjalanan tersebut sekaligus membawa harapan keluarga besar Ad-Dhuha Bungo agar prestasi di tingkat provinsi dapat berlanjut menjadi capaian di tingkat nasional.
Bagi dunia pendidikan, keberhasilan seorang guru bukan hanya tentang penghargaan yang dibawa pulang. Ia juga tentang pesan yang ditanamkan kepada siswa dan santri: bahwa kemampuan harus terus diasah, kesempatan harus berani diambil, dan prestasi dapat menjadi bagian dari proses untuk terus berkembang.
Dari Bungo, langkah Ustadz Aminor kini berlanjut ke Jakarta. Perjuangan berikutnya akan menjadi babak baru untuk membuktikan sejauh mana kemampuan tersebut dapat bersaing di tingkat nasional. (Sab)
VIP Room Baru Bandara Muara Bungo dan Asa Besar di Balik Penguatan Jambi Barat
Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Buat, 14 Rumah Terdampak
Jumat Bersih di Pasar Atas, Babinsa dan Pemkab Bungo Perkuat Gotong Royong Jaga Kebersihan Lingkunga
Kemarau Mengering, Ancaman Karhutla Mengintai: Kodim 0416/Bute dan BPBD Bungo Perkuat Posko Siaga
Rumah Tinggal Rata dengan Tanah, Legislator Demokrat Bungo Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran
UIN STS Jambi Intip Strategi Kampus Digital UIN Gus Dur, dari Command Center hingga Student Center