Rumah Tinggal Rata dengan Tanah, Legislator Demokrat Bungo Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:25:01 WIB - Dibaca: 74 kali

Anggota DPRD Kabupaten Bungo dari Partai Demokrat, M. Salman Hasfaridzi, SH, menyerahkan bantuan uang tunai kepada Datuk Rio Dusun Buat, M. Syafi’i, untuk membantu meringankan beban warga terdampak kebakaran di Dusun Buat, Kecamatan Bathin III Ulu. Foto: Subahan
Anggota DPRD Kabupaten Bungo dari Partai Demokrat, M. Salman Hasfaridzi, SH, menyerahkan bantuan uang tunai kepada Datuk Rio Dusun Buat, M. Syafi’i, untuk membantu meringankan beban warga terdampak kebakaran di Dusun Buat, Kecamatan Bathin III Ulu. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Dusun Buat, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, menyisakan kepedihan mendalam bagi masyarakat. Sejumlah rumah panggung milik warga hangus dilalap api hingga nyaris tak menyisakan bangunan.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap warga terdampak kembali ditunjukkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bungo dari Partai Demokrat, M. Salman Hasfaridzi, SH.

Salman turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pascakebakaran sekaligus memastikan situasi warga yang terdampak. Tidak sekadar datang, ia juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Rio Dusun Buat dan diterima langsung oleh Datuk Rio Dusun Buat, M. Syafi’i, Kamis (28/8/2026).

Kehadiran anggota legislatif tersebut menjadi bagian penting dari upaya membantu meringankan beban warga. Sebab, bagi korban kebakaran, kehilangan rumah bukan hanya persoalan bangunan, tetapi juga berarti kehilangan tempat berlindung, perabot rumah tangga, pakaian, dokumen hingga berbagai barang yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Puing dan Arang Jadi Saksi

Pantauan di lokasi menggambarkan betapa hebatnya kobaran api yang melanda kawasan tersebut. Beberapa rumah panggung milik warga habis terbakar dan rata dengan tanah.

Yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan. Tumpukan kayu berubah menjadi arang, sementara seng atap tampak meleleh akibat panas api. Sejumlah perabot rumah tangga juga terlihat hangus dan tidak lagi dapat digunakan.

Garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.

Pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa musibah kebakaran tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, fase setelah kebakaran justru menjadi awal dari perjuangan baru untuk kembali menjalani kehidupan.

Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti. Bantuan yang diberikan, meski tidak serta-merta mengganti seluruh kerugian material, setidaknya dapat menjadi penyambung kebutuhan warga pada masa tanggap darurat.

Wakil Rakyat dan Tanggung Jawab Sosial

Langkah Salman menyambangi warga terdampak juga memperlihatkan bahwa peran seorang wakil rakyat tidak semata-mata berlangsung di ruang sidang atau melalui pembahasan kebijakan.

Turun ke tengah masyarakat saat terjadi musibah merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus cara untuk melihat secara langsung persoalan yang dihadapi warga.

Musibah kebakaran di Dusun Buat menjadi pengingat bahwa penanganan bencana membutuhkan gotong royong. Pemerintah, legislatif, pemerintah dusun, maupun masyarakat luas memiliki peran dalam membantu warga agar dapat segera bangkit.

Bagi korban, perhatian yang datang dari berbagai pihak bukan hanya soal bantuan materi. Kehadiran dan kepedulian tersebut juga memberikan pesan bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.

Di tengah puing rumah yang telah rata dengan tanah, harapan untuk kembali membangun kehidupan menjadi hal yang jauh lebih penting.

Bantuan yang diserahkan M. Salman Hasfaridzi menjadi salah satu bentuk dukungan awal agar warga terdampak dapat melewati masa sulit dan perlahan kembali menata kehidupan mereka pascakebakaran. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA