Gerakan Pangan Murah di Jambi: Saat Kepedulian Hadir di Tengah Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 02 September 2026 - 14:36:53 WIB - Dibaca: 39 kali

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyerahkan bantuan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Stasiun Jambi, Rabu (2/9/2026). Foto: Rahim
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyerahkan bantuan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Stasiun Jambi, Rabu (2/9/2026). Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang terjangkau, menjaga stabilitas harga bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Halaman Kantor TVRI Stasiun Jambi, Rabu (2/9/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pangan dengan harga lebih terjangkau. Gerakan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pangan, perbankan, hingga lembaga sosial untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi di tengah dinamika harga pangan.

Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., hadir bersama sejumlah pejabat dan stakeholder, di antaranya Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., Pasi Ops Korem 042/Gapu Jambi Mayor Inf. Iswadi, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah, S.E., M.E., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman, Kepala Stasiun TVRI Jambi Herly Marjoni, S.Sos., M.M., Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jambi Wiwin Indratno, serta Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Jambi A.A.N. Agung Abimanyu, S.E., M.M.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pangan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok, hingga stabilitas keamanan memiliki keterkaitan satu sama lain.

Menjaga Harga, Menjaga Daya Beli

Bagi masyarakat, perubahan harga pangan merupakan persoalan yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga kebutuhan pokok dapat meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki ruang terbatas dalam mengatur keuangan.

Karena itu, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk menghadirkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam menjaga pasokan dan harga pangan masyarakat.

Hingga akhir Agustus 2026, kondisi harga pangan di Provinsi Jambi secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga, salah satunya daging ayam yang dipengaruhi kendala distribusi.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas pangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi. Distribusi dari produsen hingga konsumen juga menjadi faktor penting. Ketika distribusi mengalami hambatan, harga di tingkat masyarakat dapat ikut terdampak.

Di sinilah intervensi melalui Gerakan Pangan Murah memiliki arti penting. Pemerintah tidak hanya berupaya menjaga pasokan, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih ramah terhadap kemampuan belanja.

Kepedulian Tidak Berhenti pada Pangan

Menariknya, kegiatan di halaman Kantor TVRI Jambi tidak berhenti pada bazar pangan murah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan donor darah. Selain itu, Baznas Provinsi Jambi menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar Kantor TVRI Jambi.

Rangkaian tersebut memperlihatkan pendekatan kepedulian yang lebih luas. Kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga kesehatan dan dukungan sosial.

Bantuan sembako menjadi bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat sekitar, sementara pemeriksaan kesehatan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan. Di sisi lain, donor darah menjadi bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan darah.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda seremonial dalam memperingati HUT ke-64 TVRI. Di dalamnya terdapat upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Polda Jambi Dorong Sinergi

Dari sisi keamanan, Polda Jambi melihat stabilitas pangan memiliki hubungan erat dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., menegaskan dukungan kepolisian terhadap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dan stakeholder dalam menjaga ketersediaan pangan serta harga kebutuhan pokok.

“Polda Jambi mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta seluruh stakeholder dalam menjaga ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga di tengah masyarakat,” ujar Erlan.

Menurutnya, keterjangkauan pangan merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi sosial masyarakat. Ketika kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan harga yang wajar, tekanan ekonomi masyarakat dapat ditekan.

Karena itu, Polri akan terus membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait dalam mendukung kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kepedulian yang Perlu Berkelanjutan

Gerakan Pangan Murah menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah sederhana namun memiliki dampak langsung.

Harga pangan yang terjangkau memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Stabilitas pasokan membantu mencegah gejolak harga, sementara kolaborasi antarlembaga memperkuat kemampuan pemerintah dalam merespons persoalan pangan.

Namun, tantangan menjaga stabilitas pangan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Persoalan distribusi, perubahan harga komoditas, hingga dinamika pasokan tetap membutuhkan pengawasan dan kerja bersama secara berkelanjutan.

Di titik inilah sinergi pemerintah, aparat keamanan, Bulog, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi penting. Gerakan pangan murah dapat menjadi salah satu bentuk intervensi, tetapi keberlanjutan pengendalian pasokan dan harga tetap menjadi pekerjaan bersama.

Polda Jambi pun memastikan dukungannya terhadap program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Polda Jambi juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kombes Pol. Erlan Munaji. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA