UIN STS Jambi Ikuti Profiling ASN BKN, 23 Pegawai Jadi Peserta

Rabu, 02 September 2026 - 11:33:33 WIB - Dibaca: 140 kali

Peserta Profiling ASN UIN STS Jambi mengikuti rangkaian tes yang digelar BKN di Gedung UPT BKN Jambi, Rabu (2/9/2026). Foto: Rahim
Peserta Profiling ASN UIN STS Jambi mengikuti rangkaian tes yang digelar BKN di Gedung UPT BKN Jambi, Rabu (2/9/2026). Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mengikuti kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Gedung UPT BKN Jambi, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan sumber daya manusia aparatur melalui penerapan sistem merit secara nasional.

UIN STS Jambi mendapat alokasi 23 kuota peserta dalam kegiatan profiling tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 19 pegawai hadir langsung mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sedangkan empat pegawai lainnya berhalangan hadir dan telah menyampaikan surat pernyataan resmi.

Profiling ASN dilakukan untuk memetakan potensi dasar pegawai, karakteristik kepribadian, gaya kerja, serta kompetensi sosial kultural ASN. Hasil pemetaan nantinya akan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi ASN (SIASN) sebagai salah satu dasar penguatan manajemen talenta berbasis sistem merit.

Sebelum pelaksanaan tes, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) UIN STS Jambi, Dr. H. Muhammad Abdu, M.M., memberikan arahan kepada para peserta. Ia juga mengikuti kegiatan tersebut sebagai salah satu peserta.

Muhammad Abdu mengatakan profiling ASN penting bagi pengembangan karier aparatur sekaligus penguatan organisasi.

“Profiling ASN ini merupakan agenda yang sangat penting bagi perjalanan karier kita dan penguatan organisasi. Melalui profiling ini, peta potensi seluruh pegawai akan terpetakan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurutnya, modernisasi birokrasi juga membuka peluang mobilitas karier aparatur antarlembaga pemerintahan. Karena itu, kapasitas dan portofolio pegawai perlu terus dipersiapkan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan organisasi pemerintahan.

Ia menjelaskan, profiling ASN merupakan bagian dari pemetaan kompetensi yang diwajibkan bagi PNS pada jabatan tertentu, termasuk pejabat manajerial seperti Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas, serta pejabat fungsional.

Muhammad Abdu juga menekankan bahwa profiling ASN berbeda dengan asesmen teknis maupun evaluasi kinerja. Profiling lebih diarahkan untuk melihat potensi dasar, kepribadian kerja, dan kecenderungan perilaku pegawai dalam menjalankan tugas.

“Bapak dan Ibu peserta yang hadir tidak perlu khawatir. Profiling ASN ini berfokus pada pemetaan potensi dasar, kepribadian kerja, serta kecenderungan perilaku dalam mengabdi,” katanya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA