JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi musim kemarau di wilayah Bungo yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir November 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, menyebut perkiraan masa kemarau itu berdasarkan informasi dan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi.
Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung kering perlu diantisipasi bersama dengan memperkuat koordinasi di seluruh wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga pemerintahan desa.
Zainadi menegaskan pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, maupun unsur terkait lainnya harus saling bekerja sama untuk mencegah api meluas.
“Kalau api masih kecil, masih bisa kita kendalikan. Tetapi kalau sudah membesar, bisa menjadi ancaman bagi lingkungan dan memicu kabut asap yang membahayakan kesehatan,” ujar Zainadi, Sabtu (5/9/2026).
Zainadi juga menyoroti dampak lain dari kemarau panjang. Sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga ketersediaan air bersih menjadi persoalan di sejumlah desa.
Kondisi serupa terjadi pada sumber air sungai. Warga yang selama ini mengandalkan sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini menghadapi kondisi air yang semakin dangkal, keruh, bahkan mengering di sejumlah lokasi.
BPBD Bungo, kata Zainadi, telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak, antara lain Kecamatan Rantau Pandan dan Muko-Muko Bathin VII.
“Kami berharap kondisi ini segera normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Selain memperkuat koordinasi pencegahan, Zainadi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Puntung rokok juga diminta tidak dibuang sembarangan karena dapat menjadi sumber api di tengah kondisi lahan yang kering.
Ia menegaskan kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang berdampak luas. Masyarakat juga diminta saling mengingatkan agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini.
“Jangan sampai karena kelalaian kita, dampaknya menjadi fatal bagi orang banyak. Ancaman pidana bagi pelaku karhutla juga sudah jelas. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Zainadi. (Sab)
Kebun Sawit dan Karet Warga Bungo Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
Kemarau Panjang, Sungai Batang Bungo Menyusut Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
Cek Endra Apresiasi Pabrik BYD di Subang, Dorong Percepatan Hilirisasi dan Transisi Energi
Maulid Nabi 1448 H, Dusun Empelu Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah
Jelang Kompas Kemenag Bungo, MTsN 4 Bungo Mulai Jaring Siswa Berbakat
Patrice Rio Capella: Hanura Berpeluang Rebut Kursi di Seluruh Kabupaten/Kota Jambi pada Pemilu 2029