Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Rakor Nasional Penanganan Puncak Karhutla

Senin, 07 September 2026 - 14:27:05 WIB - Dibaca: 72 kali

Suasana Rakor Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla yang diikuti Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Forkopimda secara virtual. Foto: Tania
Suasana Rakor Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla yang diikuti Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Forkopimda secara virtual. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, SUNGAI PENUH - Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Penanganan Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Rakor tersebut digelar secara virtual, Senin (7/9/2026).

Rakor melalui Zoom Meeting itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia Mochammad Hasan. Kegiatan tersebut diikuti kepala daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Dalam rakor, pemerintah pusat membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanganan Karhutla. Salah satu perhatian utama yakni penguatan pengawasan terhadap perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) serta pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Pengawasan tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas pemanfaatan kawasan hutan dan perkebunan.

Usai mengikuti rakor, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pencegahan dan penanganan Karhutla.

Menurutnya, kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini.

"Kolaborasi seluruh pihak sangat penting agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini. Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Forkopimda, instansi terkait, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir risiko terjadinya Karhutla," ujarnya. (Tdr)





BERITA BERIKUTNYA