ISPU Tebo Tembus 220, Ketua DPRD Imbau Warga Waspadai Dampak Kabut Asap

Jumat, 11 September 2026 - 14:39:27 WIB - Dibaca: 72 kali

Ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kualitas udara Kabupaten Tebo yang masuk kategori sangat tidak sehat. Foto: Subahan
Ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kualitas udara Kabupaten Tebo yang masuk kategori sangat tidak sehat. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan pembaruan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Kamis (11/9/2026) pukul 08.00 WIB, indeks tercatat mencapai 220.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan di Stasiun Pemantau Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Parameter pencemar yang paling dominan adalah PM2.5 dengan indeks 220, sementara parameter lainnya tercatat lebih rendah, yakni SO2 sebesar 2, CO sebesar 11 dan NO2 sebesar 15.

Dalam kategori ISPU, angka 201-300 masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan.

Ketua DPRD Kabupaten Tebo Khalis Mustiko mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi kondisi udara yang memburuk.

"Kami mengimbau masyarakat Tebo untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar dan segera periksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan," pesan Khalis.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kondisi udara, terutama pembakaran lahan.

"Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Selain membahayakan kesehatan, asap dari pembakaran lahan akan semakin memperburuk kualitas udara dan merugikan masyarakat secara luas," ujarnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA