JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, masih berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, angka ISPU di Stasiun Pemantau Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, mencapai 133 pada Senin (14/9/2026) pukul 10.00 WIB.
Parameter yang paling menjadi perhatian adalah PM2.5, yang tercatat berada pada level 133. Dalam kategori ISPU, angka 101-200 masuk kategori tidak sehat, yang berarti kualitas udara mulai memberikan dampak bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke dalam rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, S.IP, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali memburuknya kualitas udara di wilayah Tebo.
“Kondisi udara yang tidak sehat ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat kami imbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara,” kata Liga.
Liga juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang rentan terdampak pencemaran udara.
“Anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan harus lebih waspada. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi sampai kondisi udara kembali membaik,” ujarnya.
Selain berdampak terhadap kesehatan, kondisi udara yang memburuk juga menjadi pengingat pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Yang paling penting jangan melakukan pembakaran lahan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat Tebo,” tegas Liga. (sab)
APBD Terbatas, Bupati Tebo Jemput Bola ke Pusat: Dukungan Pendidikan Tembus Rp1 Triliun!
Hotspot Muncul di Tiga Kecamatan, BPBD Tebo Perpanjang Siaga Karhutla hingga Oktober
Korban Tolak RJ, Sidang Perdana Kasus Pengancaman dan Penganiayaan di Tebo Tetap Berlanjut
Kabid Humas Polda Jambi: Laporan Dugaan Pencurian Sawit WSN Cs Dilimpahkan ke Polres Tebo
Pemkab Tebo Jemput Bola Pembiayaan, Rp167,86 Miliar untuk Jalan dan Kesehatan
Puskesmas Babeko Bagikan Masker ke Warga, Antisipasi Dampak Kabut Asap