JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, meminta jajaran HKTI di seluruh kabupaten dan kota memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
SAH, sapaan Sutan Adil Hendra, meminta pengurus HKTI daerah ikut aktif menyampaikan kampanye stop membakar hutan dan lahan, terutama kepada petani yang melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Keterlibatan masyarakat, termasuk petani dan kelompok tani, diperlukan karena dampak kebakaran dapat meluas ke berbagai sektor.
“HKTI harus hadir di tengah petani. Saya meminta seluruh jajaran HKTI kabupaten dan kota untuk aktif memberikan edukasi agar masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegas SAH saat dihubungi awak media pada Rabu (23/9/2026).
Ia menyebut sektor pertanian memiliki hubungan erat dengan kondisi lingkungan. Ekosistem yang terjaga, kata dia, menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian dan produktivitas petani.
Karena itu, SAH mendorong pengurus HKTI di daerah menggunakan pendekatan persuasif dalam menyampaikan sosialisasi. Edukasi tersebut tidak hanya berupa larangan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai cara mengelola lahan tanpa menggunakan api.
“Prinsipnya sederhana, kita ingin petani tetap produktif, tetapi lingkungan juga harus dijaga. Jangan sampai pembukaan lahan hari ini justru menimbulkan persoalan bagi masyarakat dan generasi berikutnya,” ujarnya.
SAH juga meminta gerakan stop membakar hutan dan lahan dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan kelompok tani. Menurutnya, HKTI dapat berperan dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan lahan yang tidak menimbulkan risiko karhutla.
“Ini bukan hanya persoalan pemerintah atau aparat. Petani, kelompok tani, organisasi masyarakat dan seluruh elemen harus mengambil bagian. HKTI akan terus mendorong budaya bertani yang produktif sekaligus ramah lingkungan,” pungkasnya. (rhm)
Nela Ervina Kembali Diperiksa Kejari Jambi, Kasus Korupsi Pajak Rugikan Negara Rp1,37 Miliar
BMKG Prediksi Musim Hujan Jambi Mulai Akhir Oktober, Puncaknya Desember 2026
Polda Jambi Tangani 90 Kasus Karhutla, 18 Orang Jadi Tersangka
Kabut Asap Jambi Tekan Pariwisata, Pedagang di Kawasan Wisata Mulai Tutup Gerai
Karhutla Jambi Tembus 4.335 Hektare, Batanghari Paling Parah