Rp2,7 Miliar Insentif Inflasi Tebo Dialokasikan untuk Jalan Benteng Kurung

Jumat, 25 September 2026 - 15:14:28 WIB - Dibaca: 234 kali

Bupati Tebo Agus Rubiyanto bersama jajaran saat menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Foto: Subahan
Bupati Tebo Agus Rubiyanto bersama jajaran saat menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mengalokasikan sekitar Rp3 miliar dana insentif pengendalian inflasi untuk sejumlah program yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari anggaran tersebut, sekitar Rp2,7 miliar digunakan untuk peningkatan Jalan Benteng Kurung, Kecamatan VII Koto Ilir. Sementara sekitar Rp300 juta lainnya diarahkan untuk mendukung kegiatan pengendalian inflasi, termasuk pelaksanaan pasar murah.

Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengatakan, pemanfaatan anggaran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.

Menurut Agus, pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan pembangunan dengan mengoptimalkan sumber anggaran yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peningkatan Jalan Benteng Kurung diharapkan dapat memperbaiki akses transportasi sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.

Dana insentif itu diperoleh Kabupaten Tebo setelah berhasil meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang berlangsung di Hotel Wyndham Palembang, Sumatera Selatan, 25 April 2026.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Tebo meraih peringkat pertama kategori kabupaten dalam pengendalian inflasi. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada Bupati Tebo Agus Rubiyanto.

Bupati Tebo Agus Rubiyanto menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Keterbatasan anggaran dan efisiensi tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunan tetap dilakukan dengan menentukan prioritas dan memanfaatkan setiap peluang anggaran yang tersedia secara optimal,” ujar Agus.

Ia juga menyebut peningkatan jalan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan berdampak terhadap aktivitas warga dan perekonomian lokal.

“Perbaikan Jalan Benteng Kurung bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Infrastruktur yang lebih baik dapat mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar kegiatan ekonomi,” katanya. (san)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA