JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, bersama Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Sungai Jernih tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal, Koptu Aan Cristian, Bhabinkamtibmas, petugas kehutanan, Manggala Agni, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat dan tokoh masyarakat.
Sosialisasi dimulai pukul 09.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa dan sambutan sebelum memasuki penyampaian materi.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan warga, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan, terutama saat kondisi cuaca berisiko memicu kebakaran.
Babinsa Desa Sungai Jernih, Koptu Aan Cristian, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Ia juga mengajak warga berperan aktif dalam mengawasi lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” kata Koptu Aan Cristian.
Sementara itu, Manggala Agni, Suranto, menyampaikan materi tentang upaya pencegahan kebakaran, penanganan awal api berskala kecil sesuai kemampuan dan kondisi yang aman, serta pentingnya melaporkan kejadian kepada petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Kepala Desa Sungai Jernih, Ali Mardiansyah, beserta perangkat desa mendukung pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan desa.
Ali mengimbau warga agar mematuhi arahan pencegahan karhutla dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Kami berharap masyarakat Desa Sungai Jernih semakin memahami bahaya karhutla dan ikut menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, serta segera laporkan kepada pemerintah desa atau petugas jika menemukan titik api,” ujar Ali Mardiansyah. (san)
Polemik Pipa Migas Montd’Or Makin Panas! Dugaan Penyerobotan Lahan Berujung Ancaman Pidana
ISPU Tebo Tembus 576, Masuk Kategori Berbahaya, Warga Keluhkan Kabut Asap
Kabut Asap Makin Pekat, Babinsa Muara Tebo Bagikan Masker Gratis ke Warga
Kebun Sawit Diduga Dirusak, PT Montd’Or dan PT Olindo Disomasi!
Jalan Baru Diaspal, Komisi III DPRD Tebo Ingatkan PT SKU soal Tronton ODOL
Kabut Asap Tebo Makin Pekat, ISPU Capai 815 dan Masuk Kategori Berbahaya